News

Khawatir di-PHP Tenaga Honorer Ngluruk ke Kantor Bupati Serang

×

Khawatir di-PHP Tenaga Honorer Ngluruk ke Kantor Bupati Serang

Sebarkan artikel ini
honorerserang
Demo ke Bupati Serang (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Tenaga honorer yang tergabung dalam Forum Pejuang Honorer (FPH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang, Rabu (15/1/2025). Mereka menuntut agar diberikan kejelasan status pasca dinyatakan tidak lolos pada seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama.

Anggota FPH sudah berkumpul sejak pukul 09.30 di Alun-alun Kota Serang. Terlihat, massa aksi honor pun mulai berdatangan, mereka tiba menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi.

Massa aksi terlihat membawa berbagai poster dan spanduk tuntutan. Saat mobil komando tiba, masa aksi kemudian langsung memadati pintu gerbang pendopo Bupati Serang.

Koordinator aksi pun melakukan orasi di atas mobil komando untuk mengobarkan semangat massa aksi.

Salah seorang honorer guru di SDN Warakas, Kecamatan Lebak Wangi, Ihya Mulyakin,mengatakan, tuntutan aksi yang dilaksanakan hari ini ialah untuk menagih janji pemerintah yang akan mengangkat seluruh honorer. “Kita menuntut agar honorer diangkat menjadi PPPK penuh waktu,” katanya.

Ia mengaku sudah mengabdi di SDN Warakas sejak tahun 2009 lalu sebagai guru kelas. Ia menginginkan agar guru-guru yang sudah mengabdi belasan tahun bisa diangkat menjadi PPPK. “Kami ingin agar honorer yang belum lulus bisa diakomodir,” ujarnya.

Ihya mengaku ada 60 honorer yang ikut aksi dari Kecamatan Lebak Wangi. “Kalau se-Kabupaten Serang ada ribuan yang ikut aksi,” ujarnya.

Saat ini massa aksi masih bertahan di halaman pendopo Bupati Serang. Mereka bergantian melakukan orasi untuk menyampaikan tuntutan-tuntutan mereka.

Sebelum aksi, pada Senin 13 Januari 2025 honorer juga telah melakukan audiensi ke kantor BKPSDM Kabupaten Serang.

Perwakilan guru honorer Abdul Gafur Muslim mengatakan bahwa pada Senin (13/1/2025) pihaknya memenuhi panggilan BKPSDM untuk masalah non ASN. Panggilan itu dikarenakan adanya rencana aksi damai dari honorer Kabupaten Serang,
“Kata mereka (BKPSDM) pelaksanaan paruh waktu itu mekanismenya nanti setelah tahap dua sudah dimulai. Cuma yang kami khawatirkan Kabupaten Serang down seperti dulu, nanti terus diimingi imingi alias PHP,” ujar Abdul Gafur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *