KITAINDONESIASATU.COM – Perubahan kepemimpinan di Timnas Indonesia memicu beragam reaksi setelah Shin Tae-yong resmi meninggalkan jabatannya.
Kini, Patrick Kluivert, mantan bintang sepak bola dunia, mengambil alih posisi tersebut dengan membawa pendekatan baru untuk skuad Garuda.
Dalam wawancaranya bersama Najwa Shihab, Kluivert mengakui bahwa keputusan untuk memimpin Timnas Indonesia diambil dengan kesadaran akan kritik publik yang tajam.
Ia menilai bahwa pergantian pelatih adalah hal biasa dalam sepak bola profesional.
BACA JUGA : Patrick Kluivert Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia
Kluivert menyampaikan penghormatan kepada Shin Tae-yong atas kontribusinya selama lima tahun terakhir yang berhasil meningkatkan performa sepak bola Indonesia.
“Dia membawa sepak bola Indonesia ke level yang berbeda dan sekarang saatnya saya yang melanjutkan apa yang dia terapkan sebagai pelatih,” kata Patrick Kluivert.
“Jadi saya sangat menghormati pelatih tersebut.”
Patrick Kluivert percaya, dengan kerja keras dan strategi yang solid, ia mampu memperkuat performa tim di masa depan.
Fokus utama Kluivert adalah membangun kekuatan tim melalui kerja keras dan strategi yang tepat. Meskipun menghadapi ekspektasi tinggi dan kritik, ia tetap optimis bahwa prestasi di lapangan akan mengubah pandangan publik terhadap kepemimpinannya.
Dengan pengalaman luas sebagai pemain dan pelatih, Kluivert berkomitmen untuk membawa warna baru bagi perjalanan sepak bola Indonesia.
Ia percaya bahwa Timnas Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional, asalkan pendekatan yang diterapkan berjalan efektif.
Ekspresi Patrick Kluivert menjadi sorotan setelah ditanya mengenai kontraknya sebagai pelatih Timnas Indonesia oleh presenter ternama, Najwa Shihab.
Momen tersebut terjadi dalam wawancara eksklusif setelah Kluivert resmi diperkenalkan oleh PSSI sebagai pelatih baru skuad Garuda. Dalam wawancara itu, Najwa Shihab, yang berusia 47 tahun, menanyakan rincian kontrak Kluivert.
“Jadi Anda mendapat kontrak dua tahun dengan federasi (PSSI) sampai 2027? Dengan opsi perpanjangan? Berapa nilainya?” tanya Najwa Shihab.
Sontak pertanyaan itu membuat Patrick Kluivert kaget bukan kepalang. Bahkan ia bertanya balik ke Najwa Shihab soal pertanyaan tersebut.
“Beapa nilainya?” tanya Patrick Kluivert dengan wajah heran. “Menurut saya, saya seharusnya tidak berbicara tentang nilai kontrak,” jawabnya secara elegan.
Bagi Kluivert, aspek terpenting dari penunjukannya bukanlah nilai kontrak, tetapi kesempatan untuk melatih di negara besar seperti Indonesia.
Mantan pelatih Timnas Curacao ini mengaku sangat antusias memulai tugas barunya dan ingin menerapkan visinya dalam sepak bola.
“Nilai terpenting bagi saya adalah melatih negara besar seperti Indonesia. Saya sangat bersemangat menunjukkan bagaimana cara saya melihat sepak bola dan menerapkannya,” tambah Kluivert.
Patrick Kluivert dikabarkan menerima gaji sebesar Rp1,3-1,5 miliar per bulan sebagai pelatih Timnas Indonesia, dengan total sekitar Rp36 miliar selama dua tahun kontraknya. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan pendahulunya, Shin Tae-yong, yang disebut menerima Rp1,9 miliar per bulan atau Rp23,6 miliar per tahun.

