News

2 Juta Sapi Akan Diimpor, DPR Desak Pemerintah Perkuat Produksi Lokal

×

2 Juta Sapi Akan Diimpor, DPR Desak Pemerintah Perkuat Produksi Lokal

Sebarkan artikel ini
FotoJet 5 7
Anggota Komisi IV DPR RI Rina Saadah. (Foto: Ist/vel-dpr.go.id)

KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah, meminta pemerintah memastikan rencana impor 2 juta ekor sapi dalam lima tahun ke depan tidak merugikan peternak lokal.

Ia menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas produksi sapi dalam negeri sebagai prioritas utama.

“Pemerintah harus memprioritaskan pemberdayaan peternak lokal dan mengoptimalkan hasil produksi domestik,” ujar Rina dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/1/2025).

Indonesia berencana mengimpor 2 juta ekor sapi secara bertahap dari 2025 hingga 2029, dengan 1 juta sapi perah dan 1 juta sapi pedaging.

Pada 2025, targetnya adalah mengimpor masing-masing 200.000 ekor sapi perah dan sapi pedaging, sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rina, yang kerap disapa Teh Rina, menilai bahwa meski kebijakan impor ini dapat memberikan manfaat jangka pendek, pemerintah harus menjamin dampak negatifnya terhadap peternak lokal dapat diminimalkan.

Ia mengingatkan agar pemerintah memastikan pasar menyerap hasil produksi susu dan daging dalam negeri.

“Jangan sampai kasus di mana peternak susu lokal terpaksa membuang hasil produksi mereka karena tidak terserap pasar terulang lagi,” ujar politisi Fraksi PKB ini.

Ia juga menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor sapi yang masih tinggi meskipun upaya swasembada daging telah dilakukan sejak tahun 2000.

Sejak 1980-an, Indonesia secara rutin mengimpor berbagai jenis sapi, termasuk sapi bakalan dan sapi betina bunting, yang menciptakan ketergantungan signifikan pada pasokan luar negeri.

Teh Rina menyarankan beberapa langkah strategis untuk mengatasi masalah ini, termasuk memperkuat produksi lokal, memberdayakan peternak, dan membangun kemitraan dengan peternak skala kecil.

Langkah ini, menurutnya, akan membantu meningkatkan teknologi dan pengetahuan peternak dalam negeri.

Selain itu, Rina mendesak pemerintah untuk mengevaluasi komitmen perusahaan-perusahaan yang berencana mengimpor sapi.

Pemerintah perlu memastikan perusahaan memiliki rencana yang jelas dan realistis untuk mencapai target impor yang telah ditetapkan.

Ia juga menekankan pentingnya regulasi ketat, seperti pemeriksaan kesehatan hewan impor, guna mencegah penyebaran penyakit yang dapat mengancam peternakan lokal.

“Pemerintah harus melindungi peternakan dalam negeri dan memastikan kebijakan impor sapi dilakukan secara bijaksana,” tutupnya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *