News

Kuku Politik Jokowi Tak Rapuh Usai Rombak Kabinet

×

Kuku Politik Jokowi Tak Rapuh Usai Rombak Kabinet

Sebarkan artikel ini
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

KITAINDONESIASATU.COM – Berbeda dengan anggapan lawan-lawan politiknya yang menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan rapuh secara politik, malah tiga bulan sebelum lengser ia melakukan reshuffle dengan melantik sejumlah pejabat baru hari ini.

Ada tujuh pejabat yang dilantik hari ini, kepala badan hingga menteri. Pelantikan itu digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2024). Selain melantik pejabat baru, Jokowi juga melakukan perombakan di jajaran Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Berikut daftar Menteri, Wakil Menteri dan Kepala Badan yang dilantik Jokowi:

1.⁠ ⁠Supratman Andi Agtas jadi Menkumham RI
2.⁠ ⁠Bahlil Lahadalia jadi Menteri ESDM
3.⁠ ⁠Rosan Roeslani jadi Menteri Investasi
4.⁠ ⁠Angga Raka Prabowo Jadi Wamenkominfo
5. Prof Dadan Hindayana jadi Kepala Badan Gizi
6.⁠ ⁠Hasan Nasbi jadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan
7.⁠ ⁠Taruna Ikrar jadi Kepala BPOM.

Yang menarik dari perombakan kali ini, ada dua menteri dari PDIP diganti. Yakni, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasona Hamonangan Laoly diganti Supratman, yang merupakan kader Partai Gerindra.

Yang kedua, adalah Menter Energi Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif adalah bawaan PDIP digantikan oleh orang dekat Jokowi, yakni Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menjabat Mentri Investasi.

Sementara itu, Angga Raka yang berasal dari Gerindra akan membantu Menkominfo Budi Arie Setiadi, melaksanakan tugas di Kominfo. Budi mengatakan Kominfo memiliki tugas yang sangat berat.

“Tugas Kementerian Kominfo sangat berat. Sejumlah hal yang harus dituntaskan dalam waktu singkat,” kata Budi, Senin (19/8).

Menurut Budi, tugas Kominfo yang harus segera selesai. Seperti membuat aturan turunan dan kelembagaan untuk pelaksanaan UU Pelindungan Data Pribadi.

Lalu, melakukan percepatan pemberantasan judi online, perbaikan arsitektur dan tata kelola data nasional “Juga, kerja lain adalah pemanfaatan AI untuk pelayanan public,” ujar Budi Arie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *