KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyambut baik pengumuman resmi bahwa Indonesia bergabung dalam keanggotaan BRICS.
Langkah ini merupakan wujud dari politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, sesuai dengan amanat konstitusi, untuk menjaga tatanan global.
“Indonesia telah, dan akan terus melanjutkan komitmennya dalam menjembatani berbagai kepentingan di berbagai forum multilateral. Indonesia siap berpartisipasi secara konstruktif dalam berbagai inisiatif BRICS demi kepentingan masyarakat global,” kata Kemlu dalam keterangan pers, Selasa (7/1/2025).
Indonesia melihat keikutsertaannya dalam BRICS sebagai upaya strategis untuk memperkuat kerja sama dengan negara berkembang berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan pembangunan berkelanjutan.
BACA JUGA : DPR RI Sambut Positif Indonesia Gabung BRICS Plus
Keanggotaan ini mencerminkan peran aktif Indonesia dalam isu-isu global serta komitmen terhadap kerja sama multilateral yang inklusif dan berkeadilan.
Pengertian BRICS
BRICS, yang pertama kali digagas oleh ekonom Inggris Jim O’Neil, adalah sebuah organisasi internasional di bidang keuangan. Pada tahun 2001, asosiasi ekonomi ini dibentuk dengan anggota awal Brazil, Rusia, India, dan China (BRIC).
Keempat negara ini segera mengalami peningkatan pasar saham setelah pendirian organisasi tersebut.
Dengan populasi gabungan mencapai 40% dari total penduduk dunia dan wilayah daratan sebesar seperempat luas bumi, BRIC memiliki ekonomi yang melebihi rata-rata global. Pada tahun 2011, Afrika Selatan bergabung, menjadikan nama asosiasi ini BRICS.
Menurut BRICS Information Portal, kekuatan ekonomi kolektif BRICS terus berkembang, menjadikannya motor utama pertumbuhan ekonomi global.
Dengan populasi 2,88 miliar jiwa (42% dari populasi dunia) dan wilayah yang mencakup 26% luas bumi, pada tahun 2013 BRICS berkontribusi sekitar 27% terhadap PDB global.
Sumber daya alam yang melimpah dan populasi besar memperkokoh pengaruh BRICS di tingkat internasional.
Tujuan dan Manfaat BRICS
Menurut Nova Elia dan Marselina dalam sebuah jurnal ilmiah, pembentukan BRICS bertujuan untuk mempromosikan perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan global.
Organisasi ini juga berfokus pada bantuan bagi negara berkembang dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, teknologi, militer, dan diplomasi. Selain itu, BRICS mengembangkan strategi kerja sama untuk memerangi perdagangan narkoba, memajukan teknologi sesuai norma internasional, dan menciptakan perdagangan bebas hambatan.
Seperti dijelaskan oleh Investopedia, tujuan utama BRICS adalah memperkuat kerja sama antar anggota, memperluas pengaruh di panggung internasional, dan mengembangkan hubungan ekonomi, termasuk perdagangan.
BRICS berperan sebagai penyeimbang pengaruh Barat, terutama Amerika Serikat, dengan mendorong kemandirian ekonomi antar anggotanya.
Pada KTT 2023, BRICS mengusulkan pengurangan ketergantungan pada dolar AS dalam perdagangan internasional, menggantinya dengan mata uang nasional masing-masing negara.
Langkah ini diambil untuk mengurangi dampak fluktuasi dolar AS terhadap mata uang lain, terutama dalam situasi ketika ekonomi Amerika Serikat menguat.


