KITAINDONESIASATU.COM – Sejak pekan pertama Desember 2024, tingginya curah hujan di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mengakibatkan banjir yang melanda area persawahan.
Banyak hamparan sawah yang tergenang hingga menyebabkan tanaman padi tenggelam.
Dampak terparah dirasakan di Kecamatan Kurau dan Bumimakmur, yang dikenal dengan tanaman padi unggulnya.
Berdasarkan data yang dihimpun pada Senin (6/1/2025), lebih dari seribu hektare persawahan terdampak banjir. Kecamatan Kurau tercatat sebagai wilayah yang paling parah, dengan luas genangan mencapai 1.124 hektare.
Banjir ini mulai terjadi sejak awal Desember 2024, dan curah hujan yang masih tinggi pada pertengahan bulan membuat genangan air di sawah tetap dalam.
Di Kecamatan Kurau, kedalaman air bahkan mencapai sekitar setengah meter atau lebih tinggi dari lutut orang dewasa.
Menurut data yang dirilis oleh POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman), total luas persawahan yang terdampak banjir pada Desember 2024 mencapai 1.817,5 hektare.
Banjir ini melanda delapan kecamatan di Tala, dari sebelas kecamatan yang ada.
Hanya Kecamatan Batuampar, Jorong, dan Kintap yang tidak terdampak banjir, karena wilayah ini sebagian besar merupakan dataran tinggi.

