KITAINDONESIASATU.COM – Pangeran William menyampaikan rasa duka mendalam atas kematian tragis Edward Pettifer, anak tiri mantan pengasuhnya, dalam serangan truk mematikan pada Tahun Baru di New Orleans.
Demikian dilaporkan New York Post pada Sabtu, 3 Januari 2025.
Edward Pettifer, 31 tahun, termasuk di antara 14 korban yang meninggal setelah sebuah truk melaju ke kerumunan, yang kemudian disusul dengan aksi penembakan oleh pelaku.
Dalam unggahan di Instagram, Pangeran William menyatakan, “Catherine dan saya sangat terkejut dan sedih atas kehilangan tragis Ed Pettifer. Pikiran dan doa kami bersama keluarga Pettifer serta semua orang yang terdampak tragedi ini.”
Raja Charles juga telah menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga Pettifer.
Edward Pettifer, asal Chelsea, London, merupakan putra tiri Alexandra Pettifer, sebelumnya dikenal sebagai Tiggy Legge-Bourke, yang menjadi pengasuh Pangeran William dan Harry selama tahun 1990-an.
Keluarga Pettifer meminta privasi untuk berduka, sementara petugas penghubung dari Kepolisian Metropolitan mendukung proses pemulangan jenazah ke Inggris.
Tragedi ini terjadi ketika pelaku, Shamsud-Din Jabbar, 42 tahun, menabrakkan truknya ke kerumunan di New Orleans sebelum keluar dari kendaraan dan melepaskan tembakan.
Pelaku kemudian ditembak mati oleh polisi. FBI menyelidiki insiden ini sebagai serangan teror, dengan bukti seperti bendera ISIS di kendaraan dan bahan peledak di lokasi kejadian serta rumah pelaku.
Sebanyak 35 orang lainnya terluka. Korban jiwa yang berasal dari berbagai usia, mulai 18 hingga 63 tahun. Selain Edward Pettifer, korban lainnya meliputi nama-nama seperti Drew Dauphin dari Alabama dan Kareem Badawi dari Louisiana.
Presiden AS Joe Biden mengonfirmasi bahwa pelaku terinspirasi oleh ISIS, berdasarkan video yang ia unggah sebelumnya. Kecaman atas serangan ini datang dari berbagai negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer turut menyampaikan rasa simpati kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Wali Kota New Orleans, LaToya Cantrell, menegaskan dukungan kepada keluarga korban, menyebut mereka sebagai bagian penting dari komunitas kota.
Sementara itu, pihak berwenang terus mengupayakan identifikasi korban terakhir yang belum terkonfirmasi.- ***
Sumber: The Guardian


