KITAINDINESIASATU.COM- Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Cilegon mengungkapkan rasa keprihatinan mendalam atas gagalnya 5.189 guru madrasah di Kota Cilegon yang tidak menerima honor mereka selama tiga bulan.
Kondisi ini dianggap sebagai persoalan serius yang mencoreng komitmen pemerintah terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam penghormatan kepada tenaga pendidik.
Adi Gustiadi Ketua Umum PD PII Kota Cilegon menegaskan bahwa guru madrasah memiliki peran vital dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya di lingkungan pendidikan Islam. Kegagalan pemerintah untuk memenuhi kewajiban ini dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap sektor pendidikan.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Ketika hak mereka diabaikan, ini menjadi alarm bahwa perhatian terhadap pendidikan kita masih lemah. PD PII Kota Cilegon mendesak agar Pemerintah Kota Cilegon segera menyelesaikan persoalan ini,” tegas Adi Gustiadi, kemarin.
PD PII Kota Cilegon juga mengajak masyarakat, khususnya pelajar, untuk memberikan dukungan moral kepada para guru yang terdampak. Kata Adi, persoalan ini tak hanya merugikan guru secara finansial, tetapi juga mencederai semangat mereka dalam mendidik siswa. “Honor yang terlambat mencerminkan lemahnya manajemen dan komitmen pemerintah. Kami berharap Wali Kota Helldy Agustian dan jajaran terkait, mengambil langkah cepat dan bertanggung jawab atas situasi ini,” tegasnya.
Sebagai organisasi pelajar yang peduli terhadap dunia pendidikan, PD PII Kota Cilegon berkomitmen untuk terus mengawal isu ini agar para guru mendapatkan hak mereka dengan adil dan tepat waktu. PD PPI Kota Cilegon mengingatkan bahwa keberpihakan kepada pendidikan adalah cerminan dari kualitas kepemimpinan di daerah.
Sementara itu, sejumlah guru honor guru (Honda) Madrasah di Kota Cilegon mempertanyakan belum cairnya hononya selama tiga bulan dan terancam hangus. Mereka membanjiri kolom komentar postingan Sosmed Wali Kota Cilegon Helldy Agustian di akun instagram dan Facebook resmi politisi Partai Gerindra tersebut.
Netizen mempertanyakan belum dicairkannya honor guru madrasah selama tiga bulan terakhir tahun 2024. Dimana hingga Januari 2025, para guru madrasah belum menerima haknya selama Oktober, November, dan Desember 2024.
“Assalamualaikum pak.
Gimana nasib guru honorer di kota Cilegon tercinta ini pak. Saya tau bapak orang baik orang bener. Tapi sekian ribu guru honorer jadi kesulitan karena gaji yang belum di bayarkan,” tulis akun Budi Yanto pada kolom komentar akun Facebook resmi Helldy Agustian.
Senada ditulis akun Baihaki yang menulis di kolom komentar lainnya. “Honor guru madrasah kapan d cairkan pak kasihan sudah sedikit honornya blom d cairkan lg,” ujarnya seraya bertanya.
“Honor knp blm cair2 pa Heldy,” timpal akun Agus Heri yang juga mempertanyakan.
Hingga hari Jumat (3/1/2024) puluhan komentar memenuhi postingan Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian, terus bertambah. Meski dibanjiri komentar para netizen, tak satupun komentar di sosmed Wali Kota Cilegon yang mendapatkan balasan dan penjelasan.




