News

Sebelum Tutup Usia Atmakusumah Astraatmadja Ternyata Tunggu si Bungsu Datang

×

Sebelum Tutup Usia Atmakusumah Astraatmadja Ternyata Tunggu si Bungsu Datang

Sebarkan artikel ini
20250102 171856 scaled

KITAINDONESIASATU.COM – Kepergian Ketua Dewan Pers pertama Atmakusumah Astraatmadja ternyata menanti kedatangan anak bungsunya. Di mana almarhum tutup usia setelah anak terakhirnya tiba dari Amerika Serikat pada Rabu (1/1) kemarin.

Anak kedua almarhumah, Rama Ardan mengatakan, kepergian sang ayah ternyata menunggu keluarga besar kami berkumpul. Di mana adiknya yang pada Jumat (1/1) lalu baru tiba dari Amerika Serikat sangat dinanti sang ayah.

“Sepertinya ayah memang menunggu adik saya sebelum tutup usia,” katanya, saat ditemui di rumah duka di Kompleks PWI Griya Wartawan Blok J-143 Cipinang Muara, Jakarta Timur, Kamis (2/1).

Dikatakan Rama, ketika adiknya datang ia sempat berkomunikasi dengan kami semuanya. Di mana ibu, anak-anak, menantu hingga kedua cucunya kumpul di ruang perawatan, sejak Jumat (1/1) malam.

“Kami semua bisa melihat serta berinteraksi dengan ayah, masih buka mata dan melihat kami semua. Bahkan ayah sempat berbicara walaupun tidak banyak reaksi,” kenang Rama.

Setelah semua berkumpul, sambung Rama, pada Kamis (2/1) pagi, ternyata kondisi ayahnya kembali memburuk. Meski suplai oksigen sudah dinaikan tapi tidak membantu dan Atmakusumah Astraatmadja menghembuskan nafas terakhirnya. “Terakhir ayah terlihat seperti tidur saja, tenang dan tak ada tanda sesak atau sakit lagi,” ungkap Rama.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Dewan Pers pertama Atmakusumah Astraatmadja menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang dari sakit yang diderita. Perjuangan dari sakit gagal ginjal harus membuatnya bolak-balik keluar masuk ruang ICU hingga akhirnya kondisinya memburuk.

Anak kedua almarhumah, Rama Ardan mengatakan, ayahnya sudah keluar masuk rumah sakit mulai dari pertengahan November. Awalnya memang sakit yang dideritanya belum diketahui, dan hanya ada cairan diperut. “Lalu kemudian dicari semuanya ketemu gagal ginjal, dimana ginjal sudah tidak berfungsi tinggal 10 persen,” katanya Kamis (2/1). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *