KITAINDONESIASATU.COM – Tahun 2025 diprediksi jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat. Hal ini seiring kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang resmi menaikkan PPN dari 11% menjadi 12%.
Pengamat ekonomi, Ainul Huda berpandangan, jika Presiden Prabowo tidak memberikan intensif terhadap terutama perusahaan pada karya, maka korban PHK bakal bertambah pada tahun ini.
“(Berikan intensif) Karena kalo tidak bisa bisa menjadi bumerang, PHK naik, produksi turun, dan lain-lainnya,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) ini, saat dihubungi KITAINDONESIASATU.COM, Rabu, 1 Januari 2025.
Ditambah lagi, dua bulan lagi akan datang bulan Ramadan, dan dilanjutkan Hari Raya Idul Fitri. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada kedua momen tersebut harga kebutuhan pokok melonjak tajam.
“Itu kan siklus tahunan, kenaikan masyarakat natural. Tekanan konsumsi masyarakat karena PPN dan mungkin menyebabkan penurunan konsumsi. Kita harapkan dapat kembali seiring datangnya bulan puasa dan Lebaran,” pungkasnya.
Mengutip situs Kemnaker, jumlah tenaga kerja yang di PHK pada periode Januari-Maret 2024 terdapat 12.395 orang. Adapun tenaga kerja ter-PHK paling banyak berada di Priovinsi DKI Jakarta, yaitu 42,15 persen. ***

