News

Rencana Pengembalian Ujian Nasional UN pada Tahun 2026

×

Rencana Pengembalian Ujian Nasional UN pada Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Rencana Pengembalian Ujian Nasional UN pada Tahun 2026
Ilustrasi ujian penerimaan mahasiswa baru di sekolah kedinasan. -Ist-

KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan rencana untuk menghidupkan kembali Ujian Nasional (UN) di sekolah. 

Saat ini, persiapan konseptual telah dilakukan, namun pelaksanaannya baru akan dimulai setelah tahun 2025. 

Abdul Mu’ti belum merinci apakah format UN yang baru akan sama dengan format sebelumnya atau digunakan untuk menentukan kelulusan siswa mulai jenjang SD hingga SMA.

UN telah dihentikan sejak 2021 dan digantikan oleh Asesmen Nasional (AN) yang berfungsi sebagai alat evaluasi pendidikan tanpa menentukan kelulusan individu. 

Rencana pengembalian UN di era Abdul Mu’ti ini memicu pro dan kontra di masyarakat, serta akan menjadi babak baru dalam sejarah pendidikan Indonesia.

BACA JUGA : MUI Ajak Umat Islam Isi Bulan Rajab dengan Refleksi Diri dan Banyak Istighfar

Mengapa UN Kembali Diterapkan?

Menurut Abdul Mu’ti, UN sebenarnya telah siap dari sisi konsep, namun pelaksanaan ditunda hingga tahun pelajaran berikutnya. Ia menyebutkan bahwa skema dan detail pelaksanaan akan diumumkan pada waktunya.

Perjalanan UN hingga AN

UN telah mengalami berbagai perubahan nama dan format, namun tujuannya tetap sama, yakni sebagai indikator kelulusan siswa dan alat evaluasi pendidikan nasional. Ketika digantikan oleh AN pada 2021, pendekatan evaluasi berubah. AN berfokus pada pengukuran kemampuan dasar siswa, survei karakter, dan lingkungan belajar sekolah secara keseluruhan, tanpa menekan siswa atau menentukan kelulusan individu.

Sementara itu, Abdul Mu’ti juga menggarisbawahi kebijakan peningkatan kesejahteraan guru, penyederhanaan beban kerja, serta kajian ulang sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yang masih dalam tahap pembahasan.

Dengan kembalinya UN, pendidikan Indonesia akan menghadapi tantangan baru sekaligus membuka peluang untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *