KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakaan pesawat tragis yang terjadi di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12/2024) pagi, yang menewaskan banyak korban, telah mengguncang negara tersebut. Sebagai bentuk penghormatan terhadap tragedi tersebut, beberapa stasiun televisi besar di Korea Selatan mengambil langkah-langkah untuk menyesuaikan jadwal acara mereka.
MBC, salah satu jaringan televisi terbesar di Korea, memutuskan untuk membatalkan acara Photo Time yang merupakan bagian dari ajang 2024 MBC Entertainment Awards.
Keputusan ini diambil setelah mendengar kabar duka tentang kecelakaan pesawat tersebut, meski acara penghargaan lainnya tetap dijadwalkan untuk ditayangkan sesuai waktu yang telah ditentukan, yaitu pada pukul 20.30 KST atau 18.30 WIB.
Selain MBC, KBS juga mengikuti langkah serupa dengan mengumumkan bahwa mereka tidak akan menayangkan program hiburan akhir pekan reguler mereka, seperti 2 Days and 1 Night dan Gag Concert, yang biasanya sangat dinantikan oleh pemirsa.
BACA JUGA : Kronologi Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Bandara Muan, Update 120 Korban Tewas
Keputusan ini dibuat sebagai bentuk rasa belasungkawa dan penghormatan terhadap korban kecelakaan.
Sementara itu, SBS dilaporkan masih mendiskusikan kemungkinan pembatalan beberapa program hiburan yang telah dijadwalkan untuk hari itu, termasuk Running Man dan My Ugly Duckling, serta ajang SBS Entertainment Award 2024.
Keputusan final dari SBS diharapkan segera diumumkan, menyesuaikan situasi yang tengah berlangsung.
Kronologi Kecelakaan Jeju Air
Jumlah korban tewas akibat kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla Selatan, bertambah menjadi 120 orang, sementara tiga orang berhasil diselamatkan.
BACA JUGA :
Pesawat yang membawa 181 penumpang, termasuk 173 warga Korea, dua warga Thailand, dan enam awak, mengalami kecelakaan pada Minggu (29/12/2024) pagi waktu setempat.
Pesawat yang berangkat dari Thailand pukul 1:30 pagi dijadwalkan mendarat di Bandara Muan pukul 8:30 pagi.
Upaya pendaratan pertama gagal, dan pesawat mencoba berputar kembali untuk mendarat. Namun, pendaratan kedua juga tidak berhasil, sehingga pesawat keluar dari landasan, menabrak bangunan, dan terbakar.
Insiden ini diduga dipicu oleh serangan burung yang menyebabkan kerusakan pada roda pendaratan pesawat. Salah satu penumpang bahkan sempat mengirim pesan melalui KakakoTalk terakhir kepada keluarganya sebelum komunikasi terputus.
Api yang menyelimuti pesawat berhasil dipadamkan 43 menit setelah kecelakaan terjadi.
Sejauh ini, dua korban selamat telah diidentifikasi, yaitu seorang pria berusia 30-an dan seorang pramugari wanita berusia 20-an, yang langsung dibawa ke rumah sakit. Pihak berwenang telah mendirikan tempat penampungan sementara dan bekerja sama dengan rumah sakit besar di Gwangju untuk merawat para korban. Operasi pencarian jenazah masih berlanjut, dan jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah.





