Kpop

TAG PR dan Tagar HybeOUT Viral di Media Sosial, Timbulkan Kekhawatiran di Industri Kpop

×

TAG PR dan Tagar HybeOUT Viral di Media Sosial, Timbulkan Kekhawatiran di Industri Kpop

Sebarkan artikel ini
TAG PR dan Tagar HybeOUT Viral di Media Sosial, Timbulkan Kekhawatiran di Industri Kpop
TAG PR dan Tagar HybeOUT Viral di Media Sosial, Timbulkan Kekhawatiran di Industri Kpop

KITAINDONESIASATU. COM – Baru-baru ini, publik mulai mengkhawatirkan potensi adanya kampanye negatif ‘TAG PR’ dari HYBE yang dapat mempengaruhi nasib NewJeans dan Min Hee Jin bahkan industri Kpop secara keseluruhan. 

 Kekhawatiran ini semakin meningkat setelah muncul laporan mengenai keterlibatan HYBE dalam kasus serupa sebelumnya.

Kasus di AS yang Libatkan TAGPR

Pada tahun 2024, aktor Amerika Justin Baldoni pernah menuduh lawan mainnya, Blake Lively, melakukan tindakan asusila. 

Tuduhan tersebut sempat membuat Justin mendapatkan dukungan publik, sementara Blake menerima hujatan. 

BACA JUGA : Alasan NewJeans Keluar dan Putuskan Kontrak dengan Agensi ADOR

Namun, fakta kemudian mengungkap bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Justin ternyata bekerja sama dengan firma TAG PR untuk melancarkan kampanye negatif terhadap Blake.

Menariknya, ia baru-baru ini menjadi bahan pembicaraan setelah aktor Justin Baldoni mempekerjakannya untuk menangani krisis humas di tengah rumor konflik dengan Blake Lively, lawan mainnya dalam It Ends With Us, seperti yang dilaporkan oleh Koreaboo. 

Baldoni dituduh menciptakan lingkungan kerja yang tidak kondusif di lokasi syuting film tersebut. 

Baca Juga  KPop : Memiliki Wajah Sangar, Siyeon Jadi 'Husky' untuk Sosok 1 ini!

Selain itu, Nathan juga dikenal sebagai humas dari sejumlah klien kontroversial lainnya, seperti Drake dan YouTuber Logan Paul.

Kasus lain yang menjadi sorotan, Johnny Depp dan Amber Heard menjadi sorotan pada tahun 2022, ketika Depp memenangkan ganti rugi sebesar $15 juta setelah menggugat Heard atas opini yang ditulisnya pada tahun 2018. 

Meski memenangkan kasus di pengadilan, Depp justru menghadapi opini publik yang berbalik menentangnya, dengan tuduhan melancarkan kampanye untuk merusak citra Heard. 

TAG PR mencantumkan Melissa Nathan sebagai salah satu dari dua manajer sekaligus presiden LLC. 

Nathan adalah humas yang mewakili Depp selama kasus Depp vs. Heard. 

TAG PR dan Hybe

Seperti yang dikutip Asian Junkie, TAG PR sendiri diketahui telah diakuisisi oleh HYBE pada awal tahun 2024 melalui investasi sebesar 25 juta USD (sekitar Rp 404 miliar). 

HYBE bahkan menunjuk Melissa, sosok yang sebelumnya terlibat dalam kasus kontroversial Justin Baldoni dan Johnny Depp, untuk memimpin firma tersebut.

Perusahaan hiburan multinasional asal Korea Selatan itu dilaporkan mengeluarkan $25 juta untuk mengakuisisi 51% saham perusahaan tersebut pada 1 Agustus 2024. 

Baca Juga  Doyoung NCT Rilis Foto Konsep Elegan untuk Album Solo Kedua 'Soar'

Belakangan terungkap bahwa perusahaan yang dimaksud adalah agensi PR Amerika yang berbasis di Santa Monica, yakni The Agency Group PR LLC (TAG PR), sebuah perusahaan yang tidak tercatat di bursa. 

Dalam laporan setengah tahunannya, HYBE mencantumkan TAG PR sebagai anak perusahaan HYBE Amerika dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 51%. 

Dikutip dari Hindu Stan Times, seorang perwakilan HYBE menyatakan bahwa akuisisi ini bertujuan untuk “memperkuat sumber daya hubungan masyarakat HYBE Amerika.”

TAG PR ‘Beraksi’ Sebarkan Artikel Menyesatkan di Kpop

Jeff Benjamin, seorang jurnalis ternama K-pop, mengungkap bahwa TAG PR, atas nama HYBE, pernah menghubunginya untuk mempublikasikan artikel yang dinilai “menyesatkan” terkait NewJeans dan Min Hee Jin. 

Namun, Jeff melakukan verifikasi dengan para korban dan memastikan bahwa pihak ADOR sama sekali tidak mengetahui adanya kampanye negatif tersebut.

Dalam kasus Justin Baldoni dan Blake Lively, dokumen yang dirilis oleh New York Times menunjukkan bahwa TAG PR, di bawah kendali Melissa, sengaja menyebarkan narasi negatif melalui berbagai platform, termasuk Reddit.

Baca Juga  2,1 Miliar Views! “APT.” Rose BLACKPINK & Bruno Mars Jadi Video Musik Asia Tercepat Pecahkan Rekor YouTube

Keterlibatan HYBE dengan TAG PR ini memicu kekhawatiran publik terhadap kemungkinan kampanye serupa yang dapat menargetkan NewJeans dan Min Hee Jin. 

Akibatnya, para penggemar mulai menunjukkan protes mereka dengan menaikkan tagar #HybeOUT di media sosial sebagai bentuk ketidaksetujuan terhadap tindakan yang dilakukan oleh firma tersebut.

Akuisisi HYBE menambah kontroversi yang melibatkan para eksekutif perusahaan seperti Scooter Braun, Park Ji Won, Bang Si Hyuk, Nu Kim, dan David Bolno, perseteruan dengan Min Hee Jin, dan krisis kesehatan yang melibatkan para idola di bawah perusahaan.

Para penggemar menyampaikan kekhawatiran mereka atas akuisisi tersebut melalui X, di mana seorang pengguna menulis, “Hybe jelas bersalah atas sesuatu, bro….” Pengguna kedua menulis, “Artinya mereka berusaha keras untuk melindungi seseorang yang seharusnya tidak dilindungi.” Pengguna ketiga menulis, “Hybe bersalah atas kejahatan yang sangat kejam dan Anda tidak dapat meyakinkan saya sebaliknya.”

Yang lain menulis, “Kalian tidak mengerti betapa MENAKUTKANNYA hal ini bagi industri K-pop!! Mereka dapat mengendalikan persepsi publik grup idola APAPUN di AS”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *