News

Bencana Musim Dingin di Gaza, Bayi Usia 3 Minggu Meninggal Kedinginan

×

Bencana Musim Dingin di Gaza, Bayi Usia 3 Minggu Meninggal Kedinginan

Sebarkan artikel ini
FotoJet 10 13
Tenda pengungsian di Gaza

KITAINDONESIASATU.COM – Seorang bayi perempuan berusia tiga minggu meninggal akibat kedinginan di Gaza pada Kamis dini hari 26 Desember 2024.

Ia menjadi korban ketiga dalam beberapa hari terakhir di tengah kondisi memprihatinkan di wilayah tersebut.

Ribuan warga Palestina kini hidup di tenda-tenda darurat yang tidak layak setelah melarikan diri dari serangan Israel.

Konflik di Gaza telah menyebabkan lebih dari 45.000 kematian. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza.
Serangan udara dan invasi darat Israel juga membuat sekitar 90 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza harus mengungsi, sering kali berkali-kali.

Saat musim dingin tiba, ratusan ribu orang berlindung di tenda-tenda di sepanjang pantai, di mana kelompok bantuan berjuang untuk menyediakan makanan, selimut, pakaian hangat, dan kayu bakar yang sangat dibutuhkan.

Sila, bayi yang meninggal tersebut, dibungkus dengan selimut oleh ayahnya, Mahmoud al-Faseeh, di tenda mereka di daerah Muwasi, dekat Khan Younis.

Namun, suhu dingin yang turun hingga 9 derajat Celsius membuat tenda mereka tidak mampu menahan angin dan hawa dingin.
“Bahkan kami sebagai orang dewasa tidak mampu menahan dinginnya malam itu,” ungkap Mahmoud.

Sila menangis beberapa kali di malam hari, tetapi pada pagi hari, dia ditemukan tidak sadarkan diri dengan tubuh yang kaku.

Upaya medis di rumah sakit darurat gagal menyelamatkannya, karena kondisinya telah memburuk akibat hipotermia. Gambar bayi tersebut menunjukkan bibir yang membiru dan kulit yang bercak.

Direktur bangsal anak-anak di Rumah Sakit Nasser, Ahmed al-Farra, mengonfirmasi kematian Sila akibat hipotermia dan menyebut dua bayi lainnya, berusia tiga hari dan satu bulan, meninggal karena penyebab serupa dalam 48 jam terakhir.

Selain ancaman kedinginan, kelaparan juga meningkat di Gaza utara akibat blokade hampir total oleh Israel terhadap makanan dan bantuan.

Laporan dari Famine Early Warning System Network, yang didirikan Amerika Serikat, memperkirakan tingkat kematian akibat kelaparan akan meningkat tajam dalam waktu dekat.

Meski sebelumnya ada tekanan dari Presiden Joe Biden untuk meningkatkan pengiriman bantuan ke Gaza, Israel dilaporkan kembali memperketat blokade.

Hanya sembilan truk bantuan PBB yang membawa makanan dan air selama dua setengah bulan terakhir.

Gaza utara menjadi wilayah yang paling terdampak konflik dan pembatasan bantuan, menambah penderitaan warga yang terus berjuang di tengah situasi kemanusiaan yang semakin memburuk.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *