KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa rencana menggantikan susu dengan makanan berbahan dasar daun kelor dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), masih berada pada tahap simulasi.
“Semuanya masih dalam proses, termasuk simulasi dan sinkronisasi antara pusat, daerah, dan tingkat lokal,” kata Muhaimin di Jakarta, Rabu.
Lantas apa manfaat daun kelor itu ?
Daun kelor, atau Moringa oleifera, merupakan tanaman tropis dengan daun berbentuk kecil dan oval.
Warna daunnya bervariasi dari hijau hingga hijau kecokelatan.
Tanaman ini dikenal sebagai sumber nutrisi kaya manfaat, termasuk kalori, protein, karbohidrat, zat besi, magnesium, kalium, asam folat, serta vitamin A, B, dan C.
Salah satu manfaat utama daun kelor adalah membantu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.
Daun kelor menawarkan berbagai khasiat kesehatan, di antaranya:
Menangkal Radikal Bebas:
Kandungan antioksidan pada daun kelor membantu melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.
Menurunkan Gula Darah:
Daun kelor dapat meningkatkan efektivitas insulin dan mencegah resistensi insulin, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Mengurangi Peradangan:
Senyawa isothiocyanate dalam daun kelor membantu mengatasi peradangan kronis yang berisiko memicu penyakit jantung dan kanker.
Melindungi Kesehatan Otak:
Antioksidan dalam daun kelor berkontribusi melindungi otak dari penyakit seperti Parkinson dan Alzheimer.
Mengontrol Tekanan Darah:
Kandungan kalium pada daun kelor membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah hipertensi.
Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker:
Ekstrak daun kelor efektif menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker, seperti kanker usus besar, pankreas, dan payudara.
Meningkatkan Energi:
Vitamin dan mineral seperti zat besi serta vitamin B, C, dan D dalam daun kelor memberikan energi tanpa efek samping kafein.
Menjaga Kesehatan Hati:
Polifenol pada daun kelor melindungi hati dari kerusakan oksidatif dan meningkatkan kadar protein di organ hati.
Melancarkan Pencernaan:
Kandungan serat pada daun kelor membantu mencegah sembelit dan mendukung kesehatan saluran cerna.
Meningkatkan Kolesterol Baik:
Daun kelor menurunkan kolesterol jahat, mencegah penumpukan plak di arteri, dan mendukung kesehatan jantung.
Mencegah Penuaan Dini:
Antioksidan flavonoid dan polifenol pada daun kelor menjaga kulit tetap muda dengan meminimalkan tanda penuaan dini.
Meningkatkan Kesehatan Tulang:
Tingginya kandungan kalsium dan fosfor memperkuat tulang dan mempercepat penyembuhan radang sendi.
Fakta Menarik Tentang Daun Kelor:
Daun kelor mengandung antioksidan seperti vitamin C, beta-karoten, quercetin, dan asam klorogenat.
Zat tertentu dalam daun kelor dapat digunakan untuk menjernihkan air.
Penelitian menunjukkan potensinya sebagai agen antikanker dan makanan fungsional.
Studi terbaru dari International Journal of Molecular Science pada 2023 menyebut daun kelor sebagai “pohon ajaib.” Dengan kandungan vitamin, mikronutrien, dan karotenoid, daun ini dikategorikan sebagai superfood yang berpotensi mengatasi berbagai penyakit kronis, seperti kanker, diabetes, hipertensi, dan obesitas.
Namun, konsumsi daun kelor secara berlebihan dapat memicu efek samping, terutama bagi pengguna obat rutin. Maka, penting untuk mengonsumsi tanaman ini dalam jumlah yang tepat.- ***

