KITAINDONESIASATU.COM – Ada peristiwa dramatis yang terjadi di Jembatan Semampir Kota Kediri pada pagi tadi, adanya aksi nekat seorang wanita hendak menceburkan ke Kali Brantas.
Diketahui dia adalah wanita asal Pace, Kabupaten Nganjuk berusia sekitar 33 tahun diketahui hendak melakukan aksi meloncat dari Jembatan Semampir, Kota Kediri, Jumat (20/12/2024) pagi.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09:00 WIB, diketahui wanita itu sudah duduk di tepi jembatan dengan kaki menjulur keluar.
Namun gerak-gerik wanita asal Pace, Nganjuk ini rupanya mendapat perhatian dari Trisno (66) warga yang sedang berada di sekitar Jembatan Semampir.
Trisno sejak awal sudah curiga akan gerak-gerik wanita itu, di dekat Jembatan besar yang melintasi Sungai Berantas Kota Kediri ini.
Trisno mengatakan awalnya wanita itu duduk, lalu sedikit-demi sedikit kakinya mulai keluar ke arah sungai, melihat gerak-gerik itu, Trsno curiga dan merasa ada yang tidak beres.
Waduh Teganya, Keluarga Guru di Kediri Dihabisi Diduga Ingin Merampok Mobil
Melihat situasi seperti itu tanpa berfikir panjang Trisno kemudian berlari dan mendekati wanita itu kemudian memegangi tangannya mencegah agar tidak melompat.
Upaya itu tak berjalan mulus karena si perempuan ini memberontak dan hendak melawan pegangannya, iapun kemudian minta pertolongan warga lain.
Tak lama kemudian Trisno minta pertolongan warga sekitar, akhirnya berkat pertolongan warga lainnya bisa diamankan.
Warga yang lain turun menenangkan wanita ibu rumah tangga muda ini dan beberapa warga lain melaporkan ke polisi, di Pos Polisi Semampir, Kota Kediri.
Dua anggota polisi akhirnya tiba ditempat lokasi dan membawa ke tempat yang lebih nyaman.
Melalui upaya dan cara kedua polisi itu, akhirnya bisa menenangkan wanita muda ini di tempat yang lebih aman.
Bahkan petugas polisi juga memberikan kue dan air mineral sambil menangkan perempuan yang hendak melakukan aksi nekat mencebur ke Kali Brantas.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota, Iptu Murnianto yang turut menangkan mengatakan bahwa berdasarkan pengakuatnya wanita itu akibat tekanan berat yang dia rasakan akibat masalah keluarga.
Salah satunya menurut Murnianto dari pengakuan wanita itu, salah satunya sering dimarah suaminya, hingga dirinya tidak tahan dan sampai hendak melakukan aksi nekat mencebur ke Kali Brantas.
Terkait peristiwa itu, Kanit Murianto menghimbau kepada masyarakat agar tidak cepat mengambil jalan pintas seperti ini jika ada masalah dengan orang dekatnya atau keluarga.
Dia berkeyakinan setiap masalah pasti akan ada jalan keluarganya dan pasti bisa diselesaikan dengan cara yang baik.
“Jangan mengambil tindakan nekat yang bisa merugikan diri sendiri, keluarga dekat dan orang lain,” kata Iptu Murnianto seperti dilansir Radar Kediri, Jumat (20/12/2024). **



