News

Diajak Bunuh Diri Orangtua, Anak ini Memuntahkan Lalu Minum Putih Air Banyak, Dia Selamat

×

Diajak Bunuh Diri Orangtua, Anak ini Memuntahkan Lalu Minum Putih Air Banyak, Dia Selamat

Sebarkan artikel ini
BUNUH DIRI
Begini ujut rumah keluarga yang mengajak bunuh diri keluarganya karena terlilit Pinjol (Pnjaman online). foto: instagram @infokediriraya

KITAINDONESIASATU.COM – Ada peristiwa miris dari kejadian sekeluar yang ditemukan lemas tak sadarkan diri di Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri beberapa hari lalu, Jumat (13/12/2024).

Satu keluarga ini ternyata upaya aksi bunuh diri sekeluarga yang dipimpun ayahnya Danang (31) bersama ibunya Minatun (29) dan dua anaknya salah satunya Noval Pratama (8) dan adiknya MRS (2) diketahui sudah meninggal dunia.

Sementara kedua orangtuanya akhirnya bisa diselamatkan setelah mendapat pertolongan dari Noval Pratama yang menelepon saudara korban.

Sebelumnya situasi ini polisi mencurigai jika sekeluarga ini keracunan makanan namun belakangan diketahui mereka merupakan upaya pecobaan bunuh diri dalam satu sekeluarga.

Polres Kediri memperkirakan bahan yang digunakan untuk aksi bodoh itu adalah racun tikus dicampur dua botol minuman susu kemasan bermerek Milku.

Susu yang diperoleh dari kerabatnya itu kemudian dicampur dengan racun tikus, sebelum akhirnya diminum bersama anggota keluarga Danang.

BERITA BUNUH DIRI LAINNYA: Tragedi Keluarga Lemas Bersama, Seorang Balitas Tewas di Dekatnya, Mungkinkah Gagal Bunuh Diri?

“Itu minum susu Milku dicampur racun tikus. Dilakukan dengan sengaja,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri Ipda Heri Wiyono kepada wartawan beberapa hari lalu.

Sedangkan inisiatif untuk melakukan aksi bunuh diri bersama itu datang dari sang ibu Minatun, yang kemudian didukung suaminya Danang dan akhirnya mengajak kedua anaknya yang masih kecil.

“Suaminya bilang ya udah kalau begitu kita bareng-bareng aja. Itu sebabnya dua anaknya juga dikasih racun juga,” kata Heri.

Terkait motif dari aksi bunuh diri polisi belum bisa menjelaskan lebih jauh lantara para saksi-saksi kunci sedang dalam perawatan di rumah sakit.

Tetapi dari hasil dugaan sementara pasangan suami istri ini terlilit banyak hutang di antara dari Pinjol (Pinjaman online), berapa besarnya masih perlu di dalami.

Namun menurut Heri indikasi mengarah upaya bunuh diri, sementara para anggota keluarga yang diduga melakukan aksi bunuh diri antara lain Danang (ayah) Minatun (ibu) istri dan dua anaknya berusia 8 dan 2 tahun.

Dalam aksi bunuh diri sekeluarga ini akhirnya segera mendapat pertolongan setelah anak pertamnya Noval menelepon kerabatnya untuk segera datang ke rumah.

Sedangkan Noval Pratama menjadi pahlawan penyelamat kedua orang tuanya, Danang dan Minatun, lalu bagaimana Noval selamat dari racun tikus itu?

Dari keterangan yang bersangkutan dari penyidik Polres Kediri terungkap setelah meminum susu bercampur racun tikus Noval merasakan tidak enak.

Kemudian anak ini berusaha untuk mengeluarkan lagi cairan di dalam perutnya dengan cara memuntahkan, setelah itu Noval meminum air butih sebanyak-banyaknya.

Entah dari mana dia memiliki pengetahuan seperti itu, hingga Noval pun berangsur kembali pulih dan selamat dari maut sementara sang adik Mochamad Raffa Septiano (2) sudah tergeletak meninggal dunia.

Fakta lain dari peristiwa ini sebenarnya sudah ada tanda-tanda dengan perilaku Danang yang menelepon kerabatnya di Kecamatan Mojo pada tengah melam sebelum bunuh diri.

“Mbak tolong saya sudah tidak kuat lagi,” kalimat ini yang diungkapkan Danang sebelum melakukan aksi bunuh diri kala itu.

Mendengar keluh kesah seperti kerabat korban menelepon balik Danang namun teleponnya sudah tidak aktif lagi.

Kemudian pada pagi hari pukul 7:30 WIB kerabat di Mojo kembali menelon namun yang mengangkat sang anak Noval.

Bahkan saat itu Noval minta kerabatnya segera datang kerumah karena dia sakit dan tak bisa apa-apa, kerabat danang baru tiba pukul 09:00 WIB hingga kerabat menemukan keluarga itu sudah tergeletak di lantai semuanya.

Ada bekas muntahan di sekitarnya, sementara anak yang paling kecil Danang juga ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Terkait kasus ini Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri, Ipda Heri Wiyono mengaku menunggu korban sampai pulih kembali.

Menurut Heri jika mereka terbukti meracuni anaknya akan terkena pasal undang-undang (KDRT), dan ada racun hukumannya maksimal 15 tahun, karena menyebabkan meninggal dunia, sehingga hukuman ditambah sepertiga hukuman. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *