News

Program 3D Untuk Tekan Pengangguran di Tangsel

×

Program 3D Untuk Tekan Pengangguran di Tangsel

Sebarkan artikel ini
17340140641874116693384787028194

KITAINDONESIA.COM-Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggagas suatu program unggulan untuk menekan angka pengangguran di wilayahnya. 

Program bertajuk 3D, yaitu dilatih, disertifikasi, dan ditempatkan kerja, menjadi program unggulan untuk menekan jumlah pengangguran di Tangerang Selatan.

Kepala Disnaker Kota Tangsel, Sabam Maringan, mengatakan, program ini telah berdampak signifikan. Karena meliput pendidikan, pelatihan, dan pengembangan

Jumlah peserta program ini berhasil melatih hingga 447 orang. Capaian tersebut jauh melampaui target awal sebanyak 110 peserta atau lebih dari empat kali lipat dari yang direncanakan.

“Pencapaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan kerja. Kami berharap hal ini dapat terus mendukung pengurangan angka pengangguran di Tangsel,” ujar Sabam, Kamis (12/12).

Kata Sabam, program ini tidak hanya efektif dalam menekan angka pengangguran, tetapi juga mendorong kemampuan mereka diserap sektor-sektor yang membutuhkan atau memulai untuk menciptakan lapangan kerja baru.

“Progam ini selain cukup efektif untuk menekan angka pengangguran, juga melatih masyarakat untuk beriwirausaha yang diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja,” ungkap Sabam. 

Sabam menegaskan, program D3 ini terbuka untuk semua sektor pekerjaan dan dirancang sesuai kebutuhan pasar. Berbagai kegiatan dan pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Bahkan, untuk memastikan aksesibilitas, Disnaker Tangsel berkoordinasi hingga tingkat RT/RW agar kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan warga kurang mampu dapat berpartisipasi.

Untuk mendukung para peserta, semua biaya pelatihan, termasuk uji sertifikasi, dan transportasi, ditanggung penuh melalui dana APBD. Meski demikian, Sabam mengakui bahwa terbatasnya alokasi dana menjadi tantangan terbesar.

“Peminat masyarakat sangat besar untuk mengikuti pelatihan ini, sementara alokasi dana masih terbatas. Namun, harapan dari program ini akan menghasilkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan dunia kerja, dan berkurangnya pengangguran di Kota Tangerang Selatan,” jelasnya.

Dalam menjamin para peserta mendapatkan manfaat bahkan paska pelatihan selesai, Disnaker Tangsel akan terus mengevaluasi, memotivasi serta mencarikan alternatif lain jika peserta belum diserap sektor-sektor yang membutuhkan tenaga kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *