KITAINDONESIASATU.COM – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, meminta agar Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengevaluasi kinerja Kapolres Metro Bekasi Kota dan Kapolsek Medan Satria.
Teguh menyatakan, evaluasi ini penting sebagai respon terhadap kasus teror penyiraman air keras yang menimpa seorang pemuda berinisial VU di kawasan Medan Satria, Kota Bekasi.
“IPW mendorong Kapolda Metro Jaya untuk mengevaluasi Kapolres Bekasi Kota dan Kapolsek Medan Satria, karena mereka harus bertanggung jawab atas lambannya penanganan kasus teror ini,” kata Teguh saat dihubungi wartawan sebagaimana dikutip Kamis 12 Desember 2024.
Teguh menambahkan, kasus teror yang menimpa korban yang sudah terjadi enam kali tidak lepas dari lambannya proses penanganan oleh pihak kepolisian. Akibatnya, pelaku masih bebas berkeliaran, membuat keluarga korban terus dihantui rasa takut.
“Karena laporan tidak dilanjutkan, pelaku teror bisa dengan bebas melanjutkan aksinya. Serangan-serangan itu terjadi karena lambatnya penanganan dari polisi,” tegasnya.
Untuk diketahui, penyiraman air keras yang dialami VU adalah teror keenam yang terjadi di wilayah Pejuang Pratama, Medan Satria, Kota Bekasi.
Teror ini sudah berlangsung sejak Agustus 2024. Kejadian pertama berupa perusakan ban mobil pada bulan Agustus. Kemudian, pada bulan Oktober, teror kembali terjadi empat kali dengan target perusakan kendaraan. Puncaknya, pada Sabtu (30/11/2024), VU disiram air keras, yang membuatnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Adik korban, TA, mengatakan keluarganya kini terus hidup dalam ketakutan, terutama setelah peristiwa penyiraman air keras yang terjadi dekat rumah mereka.

