KITAINDONESIASATU.COM – Adanya fenomena gelombang atmosfer MJO yang melintasi wilayah Jawa Timur mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan-awan penghujan di wilayah ini.
MJO (Madden Julian Oscillation) –merupakan aktivitas intra seasonal yang terjadi di wilayah tropis yang dapat dikenali berupa adanya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik yang biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari.
Kondisi ini didukung dengan mulai aktifnya Monsun Asia yang menambah suplai uap air, hingga menyebabkan tingginya intensitas hujan yang terjadi.
Dalam aunggahan di akun instagramnya @infobmkgjuanda, BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.
“Akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” tulisnya.
PREDIKSI BMKG JUANDA – Daftar Wilayah Diguyur Hujan Jatim, Tapal Kuda Hujan dan Petir Sepanjang Hari
Dalam statemannya yang perlu diperhatikan adalah agar masyarakat mewaspadai peningkatan potensi curah hujan pada bulan Desember 2024.
Curah hujan yang tinggi dapat memicu dan berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti terjadinya hujan petir, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung hingga hujan es selama periode tersebut.
Sementara wilayah Jawa Timur saat ini diperkirakan telah memasuki musim penghujan dan beberapa wilayah sedang berada pada puncak musim hujuan.
Ada fenomena gelombang atmosfir MJO yang melintas di Jawa Timur terjadi setiap 30 sampai 40 hari menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan, maka perlu menjadi kewaspadaan bersama.
Kondisi ini juga didukung dengan mulai aktifnya Monsun Asia bisa menambah suplai uap air, serta suhu muka laut diperairan Jawa Timur yang hangat.
Dengan demikian bisa terjadi peningkatan suplai uap air ke atmosfer hingga menyebabkan pertumbuhan awan yang semakin menambah potensi terjadinya hujan lebih tinggi. **


