News

Polres Jaktim Masih Tunggu Hasil Autopsi Bocah Perempuan 5 Tahun yang Tewas Diduga Usai Dirudapaksa

×

Polres Jaktim Masih Tunggu Hasil Autopsi Bocah Perempuan 5 Tahun yang Tewas Diduga Usai Dirudapaksa

Sebarkan artikel ini
20241209 153336 scaled

KITAINDONESIASATU.COM – Polres Jakarta Timur hingga kini belum bisa meringkus pelaku yang menyebabkan bocah perempuan 5 tahun yang tewas diduga akibat dirudapaksa. Mereka masih masih menunggu hasil autopsi terkait penyebab kematian bocah berinisial AG (5).

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari RS Polri Kramat Jati untuk memastikan penyebab kematian korban. Hasil itu juga untuk memastikan apakah benar menjadi korban rudapaksa.

“Sampai saat ini kita belum menerima hasil autopsi lengkap. Apakah korban benar meninggal karena rudapaksa atau ada penyakit, atau (faktor) lain,” kata Nicolas, Senin (9/12).

Menurut Kapolres, pihaknya baru menerima penjelasan lisan hasil pemeriksaan sementara tim dokter forensik RS Polri. Karena itu mereka tidak dapat membeberkan hasil pemeriksaan karena masih menunggu hasil autopsi lengkap.

“Kami sudah koordinasi-koordinasi awal untuk mempercepat proses penyelidikan. Resminya saja belum ada, tapi (penjelasan lisan) informasi awal dari hasil pemeriksaan sudah didapat,” ujar Nicolas.

Kombes Nicolas menambahkan, sembari menunggu hasil autopsi dari RS Polri pihaknya masih melakukan penyelidikan lewat pemeriksaan saksi-saksi dianggap memiliki informasi kasus. Salah satunya adalah ayah kandung korban, yang merupakan pelapor atau pembuat laporan kasus.

“Pada intinya kami Polres Metro Jakarta Timur masih berupaya keras bersama dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan. Kita tentukan dulu penyebab kematiannya,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang bocah perempuan berusia 5 tahun diduga menjadi korban rudapaksa orang terdekatnya. Bocah malang yang kesakitan itu pun tewas usai menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit.

AG, gadis malang yang menghembuskan nafas terakhirnya diduga akibat luka berat dibagian kemaluan dan anusnya. Pelakunya diduga adalah orang terdekat yang selama ini tinggal bersamanya di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Ketua RT tempat tinggal korban, Zaelani mengatakan, dugaan kasus rudapaksa itu terjadi ketika AG yang tinggal bersama neneknya itu mengeluhkan sakit ketika buang air kecil dan buang air besar. “Karena kesakitan, akhirnya itu anak dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo untuk diobati,” katanya, Jumat (6/12). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *