KITAINDONESIASATU.COM – Kurs rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada transaksi antarbank di Jakarta Senin 9 Desember 2024.
Tercatat di akhir perdagangan Senin sore kurs rupiah melemah 22 poin atau 0,14 persen menjadi Rp15.867 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.845 per dolar AS.
Kurs rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di antaranya akibat kekhawatiran meningkatnya tensi politik antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
“Apresiasi rupiah terhadap dolar AS terpangkas akibat meningkatnya kekhawatiran tensi antara AS dan Tiongkok pascapemilihan David Perdue sebagai Duta Besar AS untuk Tiongkok,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede dalam keterangannya.
Disebutkan bahwa Perdue merupakan mantan senator AS, yang cenderung keras terhadap Tiongkok.
Di sisi lain, dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang global terutama karena pernyataan hati-hati dari pejabat Fed.
Presiden Fed Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bahwa Fed saat ini berada pada titik di mana mereka harus memperlambat pemotongan suku bunga kebijakan.
Nada serupa juga datang dari Gubernur Fed, Michelle Bowman, yang mengatakan bahwa cenderung sepakat Fed bergerak hati-hati karena inflasi AS masih relatif tinggi.
Pernyataan mereka mengisyaratkan kemungkinan dari bank sentral AS atau The Fed yang kurang agresif dalam memangkas suku bunga ke depannya, sehingga mendukung penguatan dolar AS.



