KITAINDONESIASATU.COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan kasus tewasnya bocah perempuan 5 tahun (AG) yang diduga sebelumnya dirudapaksa di Jakarta Timur. Mereka pun mendorong polres Jaktim bergerak cepat menangani kasus tersebut.
Komisioner KPAI, Dian Sasmita mengatakan, pihaknya menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya AG dan mendorong proses hukum agar kasus dapat diusut tuntas. “Sungguh miris sekali. Kami membayangkan derita yang dialami anak sebelum meninggal pastinya sangat berat, terutama bagi anak 5 tahun,” katanya, Minggu (8/12).
Menurut Dian, anak 5 tahun itu sempat dirawat di RSUD Pasar Rebo sejak Minggu (1/12) hingga Selasa (3/12/2024) akhirnya harus meninggal dunia. Tim dokter yang menangani korban mendapati hal tidak wajar pada tubuh AG, sehingga melaporkan kasus ke jajaran Polres Jakarta Timur.
“Kami mendorong kepolisian menggunakan pendekatan scientific crime investigation dalam mengungkap kasus ini. Pelibatan psikolog forensik juga dapat dilakukan,” ujar Dian.
Ditambahkan Dian, pihaknya juga mendorong jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur untuk meningkatkan edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak ke masyarakat. Hal itu agar kasus ini tak terulang sekaligus melindungi anak-anak dari orang-orang dekat yang selama ini malah menjadi pelaku.
“Agar masyarakat memiliki pengetahuan mengidentifikasi apakah anak mengalami kekerasaan atau tidak. Masyarakat tahu ke mana harus melaporkan jika anaknya alami kekerasaan,” ungkap Dian.
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah perempuan berusia 5 tahun diduga menjadi korban rudapaksa orang terdekatnya. Bocah malang yang kesakitan itu pun tewas usai menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit.
AG, gadis malang yang menghembuskan nafas terakhirnya diduga akibat luka berat dibagian kemaluan dan anusnya. Pelakunya diduga adalah orang terdekat yang selama ini tinggal bersamanya di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Ketua RT tempat tinggal korban, Zaelani mengatakan, dugaan kasus rudapaksa itu terjadi ketika AG yang tinggal bersama neneknya itu mengeluhkan sakit ketika buang air kecil dan buang air besar. “Karena kesakitan, akhirnya itu anak dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo untuk diobati,” katanya, Jumat (6/12). (*)


