Sosok

Mengenang Sosok Syekh Muhammad Hisham Kabbani

×

Mengenang Sosok Syekh Muhammad Hisham Kabbani

Sebarkan artikel ini
Syekh Muhammad Hisham Kabbani

KITAINDONESIASATU.COM – Pada Kamis, 5 Desember 2024, dunia Islam kehilangan salah satu tokoh besar, Syekh Muhammad Hisham Kabbani. Ulama sufi asal Lebanon ini menghembuskan napas terakhirnya di Michigan, Amerika Serikat, pada usia 79 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi miliknya, @hishamkabbani.

“Dengan patah hati, kami beritahukan bahwa malam ini Kekasih Hidup kita, Guru kita, al-Qutb al-Mutasharrif, Maulana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (qaddas Allahu sirruhu) telah berpulang ke Rahmatullah,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Acara jenazah dilaksanakan pada hari yang sama di Fenton Zawiya, Amerika Serikat, setelah salat Ashar. Seluruh murid dan pengikutnya di dunia dianjurkan melakukan salat Janaza al-Ghayb, membaca surah Yasin, tahlil, dan selawat. Selain itu, umat diminta berbagi makanan kepada yang membutuhkan, menghadiahkan pahala amalan ini untuk Syekh Hisham Kabbani.

Profil Syekh Muhammad Hisham Kabbani

Syekh Muhammad Hisham Kabbani merupakan tokoh sufi berpengaruh yang dikenal atas komitmennya dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang mengedepankan cinta, perdamaian, dan toleransi.

Dilahirkan di Beirut, Lebanon, Syekh Hisham menempuh pendidikan di American University of Beirut dan meraih gelar di bidang Kimia. Ia melanjutkan studi kedokteran di Louvain, Belgia, serta memperoleh gelar Sarjana Hukum Islam di Damaskus.

Sejak kecil, ia mendapat bimbingan langsung dari tokoh besar Tarekat Naqsyabandiyah, termasuk Grandsyekh Abdullah ad-Daghestani dan Syekh Muhammad Nazim Adil. Selama lebih dari 40 tahun, ia menjalani pelatihan spiritual yang intensif bersama gurunya, melakukan perjalanan dakwah ke berbagai negara di Timur Tengah, Asia, dan Eropa.

Pada tahun 1991, Syekh Hisham pindah ke Amerika Serikat dan mendirikan Yayasan Tarekat Naqsyabandiyah-Nazimiyyah. Yayasan ini berhasil membuka 23 pusat Sufi di Amerika Utara, menjadi pusat spiritual bagi umat Muslim di wilayah tersebut.

Syekh Hisham juga kerap diundang memberikan ceramah di universitas ternama seperti Oxford, Yale, dan Universitas California di Berkeley. Dalam setiap ceramahnya, ia konsisten mempromosikan Islam tradisional yang menekankan nilai-nilai perdamaian.

Karya-Karya Syekh Muhammad Hisham Kabbani

Sebagai seorang ulama sekaligus penulis, Syekh Hisham Kabbani meninggalkan banyak karya yang menjadi panduan umat Muslim dalam memahami ajaran Islam.

Beberapa karyanya yang terkenal meliputi:

  • Remembrance of God: Liturgy of the Sufi Naqshbandi Masters (1994)
  • The Naqshbandi Sufi Way (1995)
  • Angels Unveiled (1996)
  • Encyclopedia of Islamic Doctrine and Beliefs (1998)
  • The Naqshbandi Sufi Tradition Guidebook of Daily Practices and Devotions (2004)
  • Sufi Science of Self Realization (2005)
  • Principles of Islamic Spirituality (2013).

Karya-karya ini tidak hanya membahas tasawuf tetapi juga prinsip-prinsip Islam yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, menjadi sumber inspirasi bagi umat Islam di seluruh dunia.

Silsilah dan Keluarga Syekh Muhammad Hisham Kabbani

Syekh Hisham Kabbani berasal dari keluarga Kabbani, salah satu keluarga Muslim tertua di Beirut yang memiliki garis keturunan langsung dari Zainul Abidin Ali, putra Hussain bin Ali.

Keluarga Kabbani juga memiliki sejarah panjang dalam pemerintahan dan perjuangan Islam, termasuk berperan di bawah kepemimpinan Sultan Salahuddin al-Ayyubi.

Dalam kehidupan pribadinya, Syekh Hisham adalah menantu dari Mawlana Syekh Nazim Adil, Guru ke-40 dalam Tarekat Naqsyabandiyah, yang menjadi salah satu pengaruh terbesar dalam perjalanan spiritualnya.

Keluarga Inti Syekh Muhammad Hisham Kabbani

  • Istri: Hajjah Naziha Adil
  • Ayah: Al-Hajj Muhammad Salim Al-Qabbani Al-Husayni
  • Ibu: Al-Haja Yusra Utsman Al-‘Alayli Al-Hasaniyya
  • Ayah Mertua: Syaikh Muhammad Nazim Adil
  • Ibu Mertua: Hajjah Amina binti Ayesha

Peninggalan Spiritual yang Abadi

Warisan terbesar Syekh Hisham Kabbani adalah dedikasinya dalam menyebarkan ajaran Sufi dan nilai-nilai Islam yang penuh cinta kasih. Ia sering bertemu dengan pemimpin dunia, diplomat, dan tokoh lintas agama untuk mempromosikan Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi toleransi.

Keberhasilannya dalam mendirikan pusat-pusat dakwah di Amerika Utara menunjukkan dampak besar ajarannya terhadap komunitas Muslim global. Ia juga menginspirasi banyak generasi melalui karya tulis dan ceramahnya yang penuh hikmah.

Menghormati Syekh Muhammad Hisham Kabbani

Dalam masa berkabung ini, umat Muslim dianjurkan mengikuti himbauan dari laman resminya, seperti:

  • Melakukan salat Janaza al-Ghayb.
  • Membaca surah Yasin, al-Mulk, tahlil, dan selawat.
  • Membagikan makanan kepada yang membutuhkan, seraya menghadiahkan pahalanya untuk mendiang.

Dengan segala dedikasinya, Syekh Hisham Kabbani akan selalu dikenang sebagai tokoh yang mempromosikan Islam penuh cinta, kedamaian, dan toleransi di tengah dunia yang penuh tantangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *