KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) harus segera dilakukan.
Hal itu terutama untuk mengurangi potensi hujan deras yang dapat memicu bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan keretakan tanah di Jawa Barat.
“Operasi modifikasi cuaca ini sejak kemarin sudah saya laporkan ke Kepala Pemerintah Daerah dan juga Kepala BNPB. Sore ini akan dipersiapkan lebih lanjut lagi dalam rapat koordinasi,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat meninjau dampak bencana retakan tanah di Desa Sukamaju, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat 6 Desember 2024.
Ia menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca dengan cara menebarkan zat natrium klorida (NaCl) ke awan potensial di wilayah selatan Jawa Barat, seperti Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran hingga ke Banten bagian selatan.
Berdasarkan analisa BMKG kawasan tersebut berpotensi besar untuk diguyur hujan berintensitas deras disertai dengan badai berupa angin kencang mencapai 33 kilometer per jam (18 knot) pada lapisan permukaan. Kondisi ini diperkirakan berlangsung dalam sepekan ke depan atau setidaknya sampai dengan 8 November 2024.
“Hujan memang tidak bisa dihentikan, tapi paling tidak kita berupaya untuk mengurangi intensitas hujannya dengan OMC ini,” katanya.
Ia menjelaskan besarnya potensi hujan deras di Jawa Barat tersebut dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer, seperti La Nina lemah, madden julian oscilliation (MJO), gelombang ekuatorial rossby, gelombang kelvin yang berada di wilayah Indonesia.



