KITAINDONESIASATU.COM – Seorang suami, seharusnya menjadi pelindung bagi istri dan anak-anaknya. Namun, hal ini tidak terjadi bagi laki-laki berinisial MHD (32). Dirinya tega membacok istri dan mertuanya, hanya tidak diberikan melihat anaknya. Sang istri tewas seketika di lokasi, dan mertua mengalami luka parah.
Aksi kejam pelaku disampaikan Kapolres Serdang Bedagai (Sergai),AKBP JHR Sitepu didampingi Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Donny Pance Simatupang, Kanit I Pidum Ipda Ibnu Rusyadi dan Kanit PPA/Ps Kasi Humas Ipda Ardika Junaidi Napitupulu di halaman Satreskrim Polres Sergai,Kamis 5 Desember 2024, siang.
“Benar terduga pelaku MDH (32) warga Dusun Cemara, Desa Dolok Sagala – kecamatan Dolok Masihul, kabupaten Sergai melakukan pembacokan terhadap istri dan mertuanya berdalih sakit hati. Pelapor dalam hal ini Paman korban Zainuddin (51) yang juga Kepala Desa Dolok Masango. Korban mendatangi kediaman mertuanya,karena sudah 3 minggu istri dan anaknya pergi ke rumah orangtuanya”, papar Kapolres Sergai.
Diduga karena dipengaruhi emosi dan narkoba,lanjut AKBP JHR Sitepu pelaku naik Honda menyantroni kediaman mertuanya di Dusun I Desa Dolok Masango,ke catatan Bintang Bayu – Sergai,Rabu 4 Desember 2024, sekitar pukul 15.30 wib.
“Setelah sempat cekcok, pelaku melakukan pembacokan secara brutal kepada istri dan mertua perempuannya. Istrinya menderita luka berat dan meninggal di tempat sedangkan mertuanya bernama Suryatin juga menderita luka berat dan kondisinya kritis di rumah sakit Bhayangkara Tebing Tinggi. Sementara pelaku dijerat Pasal 44 ayat 3 UU no.23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga,ancaman hukuman 15 tahun. Tidak tertutup kemungkinan juga dijerat pasal 340 UU KUpidana,” ujar Kapolres.
Informasi yang dihimpun, tersangka berangkat dari rumahnya di Dolok Masihul,dan langsung mencari istrinya Lisa Putri (31) warga Desa Cemara,kecamatan Dolok Masihul yang saat itu diterima oleh bapak mertuanya. Tersangka berniat menemui kedua anaknya, tapi untuk menemui istrinya tidak diperkenankan oleh bapak mertuanya.
Selagi tersangka menemui anaknya, bapak mertua, istri dan Lisa Putri langsung salat Ashar berjamaah di dalam rumah (pintu depan dikunci-red).
Mungkin kalap karena tidak diperkenankan menemui istrinya, pelaku menjadi kalap dan memutar kearah pintu dapur dan saat itu melihat ada sebilah parang.

