News

Tiga Pejabat Amnesty International Mundur Pasca Laporan Genosida Israel di Gaza

×

Tiga Pejabat Amnesty International Mundur Pasca Laporan Genosida Israel di Gaza

Sebarkan artikel ini
FotoJet 22
Anak Gaza di tengah reruntuhan

KITAINDONESIASATU.COM – Pada Kamis, 5 Desember 2024, ketua cabang Amnesty International Israel, Daniil Brodsky, bersama dua anggota dewan lainnya mengundurkan diri terkait laporan organisasi hak asasi manusia yang menuduh Israel melakukan genosida di Gaza.

Cabang Amnesty di Israel, yang beroperasi sebagai entitas independen dari organisasi internasional, tetap menyatakan bahwa ada indikasi kuat Israel melakukan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, yang berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan pembersihan etnis.

Laporan setebal 296 halaman itu meneliti kejadian di Gaza dari Oktober 2023 hingga Juli 2024. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa Israel telah “membiarkan neraka terjadi” pada 2,3 juta warga Gaza.

Baca Juga  Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Kota Tangerang

Meskipun mencatat kekejaman yang dilakukan Hamas terhadap warga Israel pada 7 Oktober 2023, laporan tersebut menegaskan bahwa hal itu “tidak dapat dijadikan pembenaran untuk genosida.”

Meskipun laporan ini disambut positif oleh warga Palestina dan kelompok kemanusiaan, reaksi di Israel sangat keras.

Kementerian Luar Negeri Israel mengecam laporan tersebut sebagai “palsu dan penuh kebohongan.”

Dalam upaya perdamaian yang sedang berlangsung, berbagai inisiatif gencatan senjata belum membuahkan hasil.

Mesir dan Qatar terus berperan sebagai mediator, dengan usulan gencatan senjata 45-60 hari yang melibatkan pertukaran tahanan.

Baca Juga  Anggota DPR Serukan Pengawasan dan Dukungan untuk Gaza

Rencana ini juga mencakup usulan agar Otoritas Palestina mengelola penyeberangan Rafah, yang kini dikuasai Israel. Bantuan kemanusiaan ke Gaza juga dinilai tidak memadai. Badan-badan PBB menyatakan bahwa 500 truk bantuan diperlukan setiap hari untuk mengatasi krisis yang memburuk.

Dalam situasi di lapangan, serangan Israel dilaporkan terus berlanjut, menewaskan puluhan orang dalam 24 jam terakhir.

Serangan di Mawasi menambah penderitaan penduduk Gaza. Banyak yang mencari keluarga mereka di antara reruntuhan.

Seorang warga, Abu Anas Mustafa, menyambut laporan Amnesty sebagai “kemenangan diplomasi Palestina,” meski ia menyesalkan bahwa laporan tersebut baru muncul sekarang, setelah perang berlangsung lebih dari 14 bulan.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *