Hukum

Motif Pemuda ODGJ Habisi Ayahnya Lantaran Tidak Mendapat Jatah Rokok Karena Toko Tutup

×

Motif Pemuda ODGJ Habisi Ayahnya Lantaran Tidak Mendapat Jatah Rokok Karena Toko Tutup

Sebarkan artikel ini
pembunuhan ponorogo
Petugas melakukan olah TKP usai kejadian pembunuhan di rumah korban di Kelurahan Paju, Ponorogo. foto: antarajatim

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus anak membunuh ayah yang dilakukan seorang pemuda berinisial RD (27) warga Jl Sri Pinayung, Kelurahan Paju, Kecamatan Kota Ponorogo terus menjadi berbicangan publik.

Fakta terbaru pria pria ini dikenal seorang pemuda ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dan motif pembunuhan lantara tidak dibelikan rokok oleh bapaknya.

Seperti kita ketahui kasus pembunuhan anak terhadap ayahnya kandungnya yang bernama Bonamin (67) terjadi pada Sabtu (30/11/2024) lalu menggemparkan warga Kota Ponorogo.

Kasus ini kini dalam penangan serius Satreskrim Polres Ponorogo, dari hasil pemeriksaan sementara motif dari pembunuhan itu dipicu masalah sepele.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy mengungkapkan dari hasil pemeriksaan RD sempat cekcok dengan ayahnya, setelah makan biasanya diberi rokok.

Tapi celaka pada hari itu toko rokok tidak buka atau tutup sehingga Bonamin tidak membelikan rokok untuk anaknya RD.

BERITA PONOROGO LAINNYA: Satu Kematian, Dua Luka Parah di Ponorogo Terpeleset dan Hindari Jalan Rusak

Ayah korban juga tidak mengira jika masalah sepele itu menjadi masalah besar, hingga RD marah tidak mendapatkan jatah rokok dari sang ayah.

Dalam peristiwa itu, RD memukul bagian leher ayah kandungnya hingga tersungkur ke lantai.

Tidak hanya itu, setelah ayahnya tersungkur di tanah, pelaku menginjak-injak tubuh korban hingga menyebabkan 4 tulang rusuk patah.

Bahkan RD yang memiliki perawakan tubuh kuat mampu mengangkat sepeda motor, kemudian melemparnya ke ayahnya hingga tak bernyawa.

Korban ditemukan meninggal oleh tetangganya sendiri yang curiga Bonamin tidak sholat berjamaah subuh ke masjid, lantaran dia petugas marbot masjid dilingkungannya.

Namun dalam pemeriksaan penyidik sempat kesulitan saat memintai keterangan terduga pelaku yang berada di rumah sakit karena lebih banyak berdiam diri.

Namun kemudian anehnya terduga pelaku tiba-tiba bercerita panjang lebar tentang kejadian tersebut. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *