KITAINDONESIASATU.COM -Rencana pemerintah untuk menyalurkan BBM bersubsidi hanya kepada angkutan umum dengan plat kuning mendapat sambutan positif dari Ketua Organda Kalsel, Edi Sucipto.
“Sebagian besar anggota Organda sudah menggunakan plat kuning, yang belum tinggal diganti,” katanya sebagaimana dikutip Senen 2 Desember 2024.
Edi menambahkan bahwa keluhan utama anggotanya saat ini adalah tarif angkutan yang masih rendah, sementara pemerintah belum dapat meningkatkan tarif tersebut.
“Ongkos angkutan berhubungan langsung dengan kesejahteraan sopir yang masih rendah. Ditambah lagi dengan harga suku cadang yang mahal. Semua semakin naik,” ujarnya.
Menurut Edi, seharusnya pemerintah juga memberikan subsidi untuk harga suku cadang, seperti ban. “Harga bahan baku karet memang murah, tetapi setelah menjadi ban, harganya sangat mahal. Ini yang belum ada solusinya dari pemerintah,” tegasnya.
Hamdani, seorang pengusaha ekspedisi barang di Banjarmasin, mengatakan bahwa di Kalsel, perubahan sistem BBM bersubsidi masih belum diterapkan.
“Plat hitam masih bisa membeli BBM bersubsidi,” ujarnya.
Sementara itu, angkutan pelabuhan sudah mendapatkan kuota khusus BBM bersubsidi dari Organda, yang bertujuan untuk kelancaran angkutan pelabuhan.
“Jika angkutan pelabuhan harus menggunakan BBM nonsubsidi, biaya angkutannya akan semakin mahal. Saat ini saja sudah cukup tinggi, dan biaya akan terus meningkat,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa harga akan naik.


