Bisnis

Rosan Roeslani Yakin Kenaikan UMR Tidak Akan Mengganggu Minat Investor, Ini Penjelasannya

×

Rosan Roeslani Yakin Kenaikan UMR Tidak Akan Mengganggu Minat Investor, Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
tenaga kerja
Ilustrasi tenaga kerja. (Pixabay/geralt)

KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani meyakini kenaikan rata-rata Upah Minimum Regional (UMR) sebesar 6,5 persen tahun 2025 dinilai tidak akan mengganggu minat investor.

Rosan menyampaikan hal itu disela Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 di Gedung BI, Jakarta.

“Saya meyakini sih itu tidak, karena produktivitas kita juga itu yang harus kita dorong dan kita tingkatkan,” katanya.

Sebagai contoh, banyak perusahaan asing masuk ke Indonesia seperti yang bergerak di sektor manufaktur, biasanya mereka memiliki jangka waktu pada saat berinvestasi. Kemudian, misalnya, disepakati pembangunan pabrik di Indonesia selama dua tahun.

Selama dua tahun tersebut, pemerintah akan menyiapkan sumber daya manusia sesuai dengan ekspektasi mereka. Sehingga pembayaran yang diterima oleh tenaga kerja dalam negeri bukan hanya berstandar Indonesia, tetapi bisa berstandar internasional.

Ia mengakui dirinya sering menyampaikan kepada pengusaha maupun investor domestik maupun luar negeri, bahwa saat ini bukan lagi eranya biaya UMR murah.

Akan tetapi, Menteri Investasi mengingatkan agar kenaikan upah harus berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas kerja, mengingat keselarasan antara kedua hal tersebut sangat penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *