Komisi VII DPR RI Soroti Keberanian Pemerintah Tolak Investasi Apple yang Belum Sesuai Aspek Keadilan
KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi VII DPR RI, Ilham Permana, memberikan apresiasi atas keputusan Menteri Perindustrian yang menolak proposal investasi Apple senilai Rp1,58 triliun.
Keputusan ini dianggap sebagai bukti komitmen pemerintah dalam menegakkan prinsip keadilan dan keberpihakan terhadap kepentingan nasional, khususnya di sektor industri.
“Saya mendukung penuh langkah tegas Menperin Agus Gumiwang yang menolak proposal investasi Apple yang belum memenuhi aspek keadilan. Ini menunjukkan keberanian dan integritas pemerintah dalam menjaga kepentingan bangsa, memastikan investasi asing benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia,” ujar Ilham, seperti ditulis Parlementaria pada Kamis, (28/11/2024).
Keputusan Menperin tersebut berdasarkan pada empat aspek keadilan, yaitu perbandingan investasi dengan negara ASEAN lainnya, perbandingan dengan merek-merek lain di Indonesia, penciptaan nilai tambah dan penerimaan negara, serta penciptaan lapangan kerja.
“Prinsipnya adalah investasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial, ekonomi, dan teknologi yang signifikan bagi bangsa kita,” tambah Ilham.
Ilham juga menyambut baik upaya Kemenperin untuk merevisi Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 29 Tahun 2017 terkait penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Kebijakan ini dinilai penting untuk menyesuaikan regulasi dengan perubahan dalam industri HKT, serta untuk memastikan keadilan dalam setiap investasi yang masuk ke Indonesia.
“Saya mendukung revisi kebijakan TKDN agar lebih relevan dengan perkembangan industri saat ini. Dengan regulasi yang lebih ketat dan adil, kita dapat memastikan bahwa investasi asing memberikan dampak positif bagi industri dalam negeri dan pengembangan teknologi nasional,” ujar Ilham.
Dari berbagai sumber, diketahui bahwa Menperin berencana untuk memanggil pihak Apple guna membahas rencana investasi dan pemenuhan ketentuan TKDN.
Ilham juga mendukung usulan Kemenperin agar Apple mendirikan fasilitas produksinya di Indonesia.
Menurutnya, kehadiran pabrik produksi akan memperkuat ekosistem industri dalam negeri, membuka lapangan kerja baru, serta mentransfer teknologi ke sumber daya manusia Indonesia.
“Pembangunan fasilitas produksi di Indonesia adalah langkah yang ideal untuk meningkatkan dampak investasi. Ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri terkemuka di ASEAN,” jelasnya.
Ilham menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan nasional. Ia memastikan bahwa Komisi VII DPR RI siap bekerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan, kemandirian, dan keberlanjutan.
“Investasi yang masuk ke Indonesia harus memberi dampak sosial, ekonomi, dan teknologi yang signifikan bagi bangsa kita,” tegas Ilham.
Menutup pernyataan, Ilham menilai keputusan tegas Menperin sebagai cerminan dari keberpihakan pemerintah terhadap kemandirian industri nasional dan kemajuan ekonomi Indonesia. Ia berharap sikap ini menjadi preseden yang baik dalam mengelola investasi asing di masa depan.
“Indonesia adalah negara besar dengan potensi pasar yang luar biasa. Sudah saatnya kita menegaskan posisi tawar agar dapat memanfaatkan investasi asing secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat,” tutup Ilham.
Apple dilaporkan meningkatkan rencana investasinya di Indonesia untuk mengatasi larangan penjualan iPhone 16, dengan nilai investasi yang awalnya sebesar 10 juta dolar AS (sekitar Rp158 miliar) kini meningkat sepuluh kali lipat menjadi 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,58 triliun.




