KITAINDONESIASATU.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengadakan rapat koordinasi dengan penyelenggara pemilu di Provinsi Bangka Belitung pada Senin (25/11/2024).
Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan Bawaslu RI, Roy M. Siagian, memaparkan sejumlah tantangan utama dalam pengawasan Pilkada 2024.
Isu krusial yang menjadi perhatian meliputi potensi kerawanan kampanye, politik uang, keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN), dan penggunaan fasilitas pemerintah.
Roy menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap kampanye untuk memastikan kompetisi berjalan sehat dan berdasarkan ide, bukan praktik ilegal.
“Pengawasan dalam kampanye penting untuk menjaga persaingan yang adil dan mencegah pelanggaran aturan,” ungkapnya, dikutip dari Kompas.com pada Selasa, 26 November 2024.
Ia juga menyoroti netralitas ASN, yang harus dijaga demi integritas Pilkada.
Menurut Roy, pelanggaran masih sering terjadi, seperti dukungan terbuka di media sosial atau keterlibatan langsung dalam kampanye.
“Konsistensi pengawasan terhadap ASN sangat diperlukan agar sumber daya pemerintah tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik,” kata Roy.
Terkait politik uang, Roy menyebut praktik seperti pemberian uang tunai, sembako, atau kupon masih menjadi tantangan besar.
Untuk itu, diperlukan tindakan pencegahan dan penegakan hukum yang tegas agar proses demokrasi berjalan adil.
Selain itu, ia mengangkat isu kerawanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), terutama di lokasi sulit dijangkau, daerah dengan ketegangan politik tinggi, atau TPS yang memiliki riwayat pelanggaran.
Roy juga membahas penggunaan teknologi dalam Pilkada 2024, termasuk pengelolaan data dan pemungutan suara.
Penggunaan teknologi ini memerlukan pengawasan ekstra, khususnya terkait keamanan data dan transparansi. “Adaptasi terhadap teknologi sangat penting, namun kita juga harus mengawasi potensi kerawanannya,” jelasnya.
Dengan memahami tantangan tersebut, Roy berharap pengawasan Pilkada dapat lebih terarah, sehingga menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di seluruh daerah.- ***

