KITAINDONESIASATU.COM – Kondisi alam di wilayah Ponorogo sepertinya perlu mendapatkan perhatian serius dari masyarakat Ponorogo dan Pemerintah Daerah setempat.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari belakangan ini menyebabkan banjir, tanah longsor meskipun hanya radius yang tidak terlalu besar.
Namun situasi itu membuat masyarakat di Ponorogo tidak nyaman saat berada di rumah maupun beraktivitas di lingkungan mereka.
Puncaknya hujan lebat yang terjadi Minggu (24/11/2024) sore hingga tengah malam menyebabkan sejumlah wilayah di Ponorogo terendam air hingga mencapai pinggang orang dewasa.
Sejumlah wilayah yang tergenang di antaranya terjadi di kelurahan Singosaren, Perumahan Bukit Asri, Ronowijayan, Kelurahan Patihan Kidul, Kelurahan Purbosuman dan Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung.
Bahkan banjir juga menggenangi sekitar Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Tonatan, Kota Ponorogo, dan sejumlah tempat lain yang belum masuk catatan informasi.
Selain itu menurut catatan dari akun instagram @ponorogo_tranding mengunggah video di lingkungan Ponpes Darul Huda hingga ketinggian banjir hingga sampai di paha para santri.
Terlihat para santri berjalan menuju gedung utama Pondok Pesantren dan hrus melintasi genangan air banjir peristiwa ini terjadi sekitar pukul 22:23 WIB, Minggu (24/11/2024).
Menurut informasi dai netizen banjir juga menggenangi kawasan sekitar perempatan Jabung, air sungai di sekitar wilayah itu meluap ke jalan.
Sebuah video juga mengunggah banjir di kawasan sebelah timur Pasar Pon, Ponorogo, terlihat sebuah mobil menyusuri jalan kemudian putar balik.
Banjir di Carangrejo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo bagian barat petugas polisi mengevakuasi lansia yang terdampak banjir yang terjadi di desa itu.
Kapolsek Jenangan Iptu Amrih Widodo juga melaporkan banjir terjadi di jalan yang disebabkan meluapnya air sungai Borang akibat hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo.
Sementara di Jenangan juga dilaporkan terjadinya tanah longsor di Perum Asri Plalangan, Kecamatan Jenangan pada pada hari yang sama terjadi sore hari.
Sementara di Perum Dalamanda Regency Tajug juga terjadi peristiwa yang sama.
“Hujan deras kemarin mengakibatkan wilayah di Perum Dalamanda Regency Tajug, Kecamatan Siman mengalami tanah longsor. alhamdulillah korban nihil,” tulis netizen.
Sementara banjir terparah dilaporkan terjadi di kawasan Jl Niken Gandini, Kelurahan Setono dan Kelurahan Singosaren, karena ketinggian mencapai 1 meter lebih.
Sejumlah rumah warga kemasukan air hingga mereka harus mengungsi dan meninggalkan rumah mereka.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan Polsek Jenangan menutup Jalan Niken Gandini yang tertutup oleh air hingga cukup dalam.
Sementara BPBD Ponorogo juga terpantau melakukan evakuasi terhadap warga dengan menggunakan perahu karet.
Menurut informasi dari peristiwa ini setidaknya ada 9 yang diungsikan ke markas BPBD Ponorogo yang terdiri dari 2 lansia dan 4 anak-anak dan orang dewasa.
Namun tidak sedikit warga yang mengungsi sendiri dengan menumpang di rumag sanak saudara lantaran rumahnya sudah tidak bisa lagi ditempati karena banjir yang menggenangi seisi rumah. **



Respon (1)