News

Kementan Siapkan Strategi Amankan Harga Sapi Hidup di Tingkat Peternak

×

Kementan Siapkan Strategi Amankan Harga Sapi Hidup di Tingkat Peternak

Sebarkan artikel ini
Sapi
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan strategi untuk peternak sapi. Di mana mereka akan berupa untuk menjaga harga sapi hidup di tingkat peternak minimal Rp48 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram (kg) dari bobot badan sapi.

Direktur Jenderal PKH Kementan, Agung Suganda mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan stabilitas harga sapi hidup. Salah satunya adalah terus melakukan evaluasi agar harga tetap stabil.

“Jika ditemukan pelaku usaha yang menekan harga sapi hidup di bawah Rp48 ribu sampai Rp50 ribu per kg bobot badan, tindakan tegas akan diambil sesuai regulasi,” kata Agung yang dikutip, Sabtu (23/11).

Dikatakan Agung, pemerintah juga memprioritaskan kebijakan untuk mendukung peternak lokal, termasuk mengendalikan impor daging sapi secara selektif. Dengan mengendalikan impor secara ketat agar tidak merugikan peternak lokal. “Fokus kami adalah menciptakan iklim usaha yang sehat,” ujar Agung.

Agung menambahkan, pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan asosiasi peternak untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak. “Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan peternak,” ucapnya.

Agung menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap peternak lokal. “Dengan kebijakan yang mendukung, pemerintah berharap peternak dapat terus bersaing secara sehat dan mendapatkan manfaat optimal dari usaha mereka,” tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk melindungi peternak lokal dengan memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tidak jatuh di bawah Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram bobot badan.

“Kita harus support dengan ketentuan, jangan sampai harganya jatuh terlalu jauh. Kita harus jaga keseimbangan harga di konsumen dan harga di produsen. Pesanku Rp48 ribu-Rp50 ribu itu garis minimal, jangan di bawah itu,” kata Amran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *