News

2.242 Napi di Lapas Narkotika Jakarta Siap Gunakan Hak Suara di Pilkada DKI 2024

×

2.242 Napi di Lapas Narkotika Jakarta Siap Gunakan Hak Suara di Pilkada DKI 2024

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20241118 142323 Instagram

KITAINDONESIASATU.COM – Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Narkotika Jakarta mencatat sebanyak 2.242 warga binaannya masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada serentak 2024. Mereka pun mengaku sudah siap untuk menggelar pemilihan setelah melakukan beberapa rangkaian kegiatan.

Kepala Lapas Narkotika Jakarta Fonika Affandy mengatakan, untuk melaksanakan pemilihan di tempatnya sebanyak 2.242 warga binaan pemasyarakatan (WBP) sudah terdaftar sebagai DPT. Mereka akan memberikan haknya untuk memilih calon Gubernur DKI Jakarta yang akan digelar pada 27 November mendatang.

“Kalau sesuai data yang kita punya sebanyak 2.242 orang yang sudah terdata di DPT dan ada 81 yang sudah tercatat di DPTD. Semua juga sudah kami laporkan ke KPU sebagai penyelenggara pemilu,” kata Fonika, Senin (18/11).

Dikatakan Fonika, selain warga binaan yang sudah terdaftar, pihaknya juga sudah menggelar sosialisasi hingga simulasi pelaksana pemilu. Di mana hal itu sudah digelar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Timur awal bulan lalu.

“Simulasi pencoblosan sekaligus sosialisasi juga sudah digelar dan dihadir forkompimko termasuk perwakilan dari Paslon. Dalam kegiatan itu kita juga sudah kasih tahu semua siapa saja calonnya dalam pilkada DKI Jakarta ini,” ujar Fonika.

Untuk pelaksanaan pencoblosan itu sendiri, kata Fonika, nantinya akan disiapkan lima Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dan pegawai lapas juga sudah disumpah untuk menjadi petugas dengan rincian 35 orang KPPS dan 10 orang petugas pamsung.

“Segala kesiapan itu kita persiapkan, harapannya supaya kita bisa memaksimalkan seluruh warga binaan di lapas narkotika ini untuk dapat melaksanakan hak pilihnya sebagai warga negara khususnya warga DKI jakarta untuk bisa memilih di Pilkada 2024 ini,” ungkap Fonika.

Fonika menambahkan, pihaknya juga terus mengupdate data pemilih di Lapas Narkotika Jakarta yang jumlahnya fluktuatif karena keluar masuknya WBP. Namun semuanya sudah bisa dijalankan karena selama ini kordinasi terjalin dengan baik.

“Kalau dari hasil kordinasi kita, data di lapas pasti ada fluktuatif bisa naik bisa turun. Jadi seminggu sebelum pelaksanan pencoblosan kami masih tetap melaksanakan kordinasi dan sinkronisasi terhadap data-data pemilih,” tutup Fonika. (*)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *