KITAINDONESIASATU.COM-Salah satu tempat bersejarah di Kota Tangerang yaitu Masjid Pintu seribu atau biasa di sebut masjid Nurul Yaqin. Masjid yang terletak di di RT 01, RW 03, Kampung Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk Kota Tangerang. Ramai dikunjungi terutama hari Sabtu dan Minggu antara pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Warga sekitar masjid menyebut almarhum Syekh Al-Bakhir Mahdi yaitu Al-Faqir. Semua pembiayaan pembangunan masjid dia tanggung sendiri, Al-Fakir meninggal pada tanggal 1 Ramadan 2012.
Selanjutnya, kepengurusan masjid berpintu seribu ini dilanjutkan oleh keempat putra almarhum, yakni Khairul Zaman, Khainul Yakin, Fatwa Paku Alam, dan Khairullah. Sebagai penghormatan, warga sekitar memberinya gelar Mahdi Hasan Al-Qudratillah Al-Muqoddam. Kabarnya, Al-Faqir juga sedang membangun masjid serupa di Karawang, Madiun, dan beberapa kota lain di Indonesia.
Pembangunan masjid ini bahkan tidak memakai gambar rancang. Tidak ada desain dasar yang bisa menampilkan corak arsitektur tertentu. Ada pintu-pintu gerbang yang sangat ornamental mengikuti ciri arsitektur zaman Baroque, tetapi ada juga yang bahkan sangat mirip dengan arsitektur Maya dan Aztec.
Salah satu keunikan masjid ini yaitu kondisi tiap ruangannya yang disekat-sekat hingga membentuk ruangan seperti mushala. Setiap ruangan (mushala) diberi nama, seperti mushala Fathul qorib, Tanbihul Alqofilin, Durojatun Annasikin, Safinatu-Jannah, Fatimah hingga mushola Ratu Ayu. Area luas mushala masing-masing sekitar 4 meter.
Hal lain yang menarik perhatian para pengunjung adalah penamaan dari nama masjid ini. Sebab dinamakan Masjid Seribu Pintu karena dikarenakan tidak ada yang tahu persis berapa jumlah sebenarnya pintu masjid ini. Bahkan, pengelola masjid pun tidak tahu persis berapa jumlah pintu yang ada di masjid tersebut.
Akan tetapi, masjid yang didirikan tahun 1978 itu, memiliki 999 pintu dan ada 1 pintu masjid yang tidak bisa di lihat oleh orang lain, kecuali juru kunci masjid tersebut. Selain menjadi tempat penziarahan, tempat tersebut pun memiliki banyak arti salah satunya arti dari nama tersebut yaitu pintu seribu, mengapa disebut pintu seribu ? Karena 99 melambangkan Asmaul Husna dan 9 melambangkan Walisongo.
Menurut Rusdi, selaku pengelola masjid, penamaan “Pintu Seribu” sebenarnya berasal dari media-media yang terkesan dengan desain arsitektur masjid tersebut. “Pintu Seribu awalnya adalah sebutan dari media, karena ciri khas masjid ini adalah banyaknya pintu. Sedangkan untuk jumlah pintunya sendiri tidak diketahui secara pasti,” ujarnya.
Masjid ini memang memiliki arsitektur yang tidak biasa, dihiasi kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an dan lukisan para wali di sepanjang dindingnya.
Wisata ke masjid ini tidak dikenai biaya dan hanya memerlukan infak sukarela bagi yang ingin berpartisipasi. Wisata religi di Masjid Pintu Seribu tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur unik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam bagi setiap pengunjung yang datang. (dari berbagai sumber)

