KITAINDONESIASATU.COM – Calon Wali Kota (Cawalkot) Bogor nomor urut 1, Sendi Fardiansyah, menyoroti lonjakan kasus judi online yang menjadikan Kota Bogor, khususnya Kecamatan Bogor Selatan, sebagai wilayah dengan total transaksi judi online tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) per Juni 2024, tercatat sebanyak 3.720 pelaku dengan nilai perputaran uang mencapai Rp349 miliar.
Menanggapi kondisi tersebut, Sendi menyampaikan kritik tajam terhadap ketimpangan ekonomi di Kota Bogor yang menurutnya menjadi akar permasalahan.
“Tingginya angka judi online punya korelasi erat dengan tingkat pengangguran terbuka kita yang mencapai 3,69%, tertinggi ketiga di Jawa Barat. Ini menunjukkan bahwa pemerataan ekonomi belum benar-benar terjadi,” ujar Sendi, kepada kitaindonesiasatu.com, Jumat, 15 November 2024.
Ia juga menilai minimnya program yang efektif untuk menggerakkan perekonomian masyarakat menjadi salah satu penyebab utama.
“Pemerintah kota harus lebih fokus pada stimulus ekonomi yang menyentuh warga langsung, agar distribusi dan perputaran ekonomi berjalan optimal,” jelas pria asal Bojong Neros, Paledang, Kota Bogor ini.
Sebagai solusi, Sendi menawarkan sejumlah program unggulan yang menurutnya dapat menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi kasus judi online.
“Kami akan mendirikan Job Training Center di setiap kecamatan untuk meningkatkan keterampilan kerja masyarakat. Selain itu, kami juga berkomitmen menghidupkan kembali Bank Kota Bogor agar dapat memberikan kredit dengan bunga rendah kepada pelaku usaha kecil. Tujuannya adalah menciptakan lebih banyak aktivitas produktif di masyarakat,” ungkapnya.
Sendi optimistis, jika program tersebut dijalankan dengan baik, angka pengangguran dan judi online di Kota Bogor akan berkurang secara signifikan.
“Saya yakin dengan langkah ini, Insyaallah kita bisa menciptakan Kota Bogor yang lebih sejahtera dan bebas dari masalah sosial seperti judi online,” pungkasnya. (ADV)



