News

Banten Internasional Stadium Dibiarkan Mubazir, Pemprov Banten Banyak Wacananya

×

Banten Internasional Stadium Dibiarkan Mubazir, Pemprov Banten Banyak Wacananya

Sebarkan artikel ini
Banten Internasional Stadium
Banten Internasional Stadium

KITAINDONESIASATU.COM-Sejak diresmikan pada 2022, Banten Internasional Stadium (BIS) yang berdiri megak di Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, sama sekali belum digunakan dan dibiarkan mubazir.

Politisi PDIP, Muhlis, menegaskan bahwa Banten Internasional Stadium dibiarkan mubazir. Kenapa mubazir, Karena, stadium megah bertaraf internasional itu belum pernah digunakan sejak pertama kali diresmikan pada tahun 2022.

Muhlis menyampaikan kegeramannya terhadap pengelolaan BIS yang saat ini hanya menjadi beban APBD. Pemprov Banten hanya banyak berwacana, seperti melepaskan pengelolaannya kepada pihak ketiga. “Kebanyakan wacana, tapi enggak ada realisasinya. Akhirnya tetap dibiarkan mangkrak,” tegasnya, kemarin.

Ia pun menagih laporan jika BIS akan dikelola oleh pihak ketiga.”Kemarin bilangnya mau ada kerja sama dengan RANS dan Dewa United, tapi mana buktinya? sudah sejauh mana pembahasannya ?,” ujar Muhlis dengan nada tanya.

BIS ini harus dikelola dengan baik, sebab Pemprov Banten sudah tanggung mengeluarkan ratusan miliar guna membangun Stadium ini. Belum lagi biaya pemeliharaannya setiap tahun. “Minimal tidak menjadi beban APBD,” tegas Muhlis yang anggota DPRD banten ini.

Sedangkan Ketua Komisi IV DPRD Banten, Muhammad Nizar, geram dengan pengelolaan BIS yang tidaklah jelas. BIS dibiarkan mubazir tanpa pernah dimanfaatkan sejak diresmikan..

BIS yang dibangun pada era kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy ini hanya digunakan saat peresmiannya saja pada tahun 2022. Dan hingga kini, belum pernah digunakan lagi untuk event-event olahraga.

Bahkan, Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke-XI Provinsi Banten tahun 2024 dilaksanakan di Kota Tangerang, tidak di BIS. Padahal, stadium yang dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp 874,3 miliar ini memiliki berbagai fasilitas penunjang ragam olahraga.

“Kami mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk segera mengambil langkah agar ada solusi, karena sampai dengan hari ini kami menganggarkan Rp 2 miliar per tahun untuk perawatan Stadium itu,” tegas Nizar.

“Sementara, Stadium itu sudah berapa tahun jadi sampai dengan hari ini, belum jelas keberadaannya,” sambungnya.

Nizar mengaku sangat menyesalkan kemangkrakan BIS ini, sebab BIS ini dibangun menggunakan pinjaman APBD hingga Rp 800 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai utang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditimbulkan Covid-19.

Menurutnya, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar tidak bisa bekerja. Karena sudah tiga tahun menjadi Pj Gubernur, hingga kini Al tidak pernah melakukan pemanfaatan BIS.

“Saya pikir kita memang perlu kesabaran untuk menunggu adanya pergantian kepemimpinan. Karena Pj Gubernur hari ini buat kami enggak jelas membangunnya, di mana prestasinya,” ungkap Nizar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *