KITAINDONESIASATU.COM-Banten memang menyimpan berbagai hal mulai dari budaya hingga makanan. Misalnya nasi Gonjleng. Mendengar namanya yang unik, Anda pasti penasaran dengan asal-usul kuliner khas Banten ini. Menurut cerita rakyat setempat, sebutan gonjleng disingkat dari istilah gonjlengan—artinya kegiatan masak dan makan bersama yang dilakukan oleh para peronda malam.
Rutin mengadakan kegiatan gonjlengan, lama kelamaan nasi yang diolah pun disebut dengan Nasi Gonjleng. Terlepas kisah ini benar atau tidak, olahan Nasi Gonjleng memang sudah terbukti kelezatannya dari zaman ke zaman.
Lalu minuman penyanding Nasi Gonjleng yang cocok apa ya?
Jika sudah menghabiskan sepiring Nasi Gonjleng dengan rasa gurih nan pedas, Anda harus menutupnya dengan segelas minuman dingin menyegarkan khas daerah setempat, seperti Es Sekemu, Es Teh, Es Sirop Rosella, Es Jeruk, Es Kuwut, dan lainnya. Dengan begitu, pengalaman wisata kuliner Anda akan terasa sangat menakjubkan.
Nasi Gonjleng sejatinya merupakan olahan nasi yang dimasak dengan berbagai rempah dan disajikan dengan rabeg (olahan daging berbumbu) serta sambal. Bagi masyarakat Cilegon, memasak Nasi Gonjleng umumnya dilakukan pada hari-hari khusus, seperti Idul Fitri, Maulid Nabi, dan Isra Mi’raj.
Namun Anda tetap bisa menemukan beberapa penjual Nasi Gonjleng di hari-hari biasa. Salah satu contohnya adalah warung yang berlokasi tidak jauh dari rumah dinas wali kota ini, tepatnya di Jalan RA Kartini No. 2 RT/RW 003/005 Jombang Wetan, Cilegon.
Dari uraian di atas bisa disimpulkan kalau Nasi Gonjleng merupakan menu dengan cita rasa optimal. Pasalnya, bumbu rempah dalam nasi yang menonjol dipadukan dengan kelezatan rabeg sudah pasti menggoyang lidah penikmatnya.
Nasi Gonjleng bumbunya mirip dengan nasi kebuli dengan aroma kuat seperti kapulaga. Biasanya masyarakat akan menyantapnya dengan tambahan acar serta emping renyah.
Dari segi tampilan, Nasi Gonjleng memiliki visual yang mirip dengan makanan khas negeri Timur Tengah seperti nasi samin atau nasi kebuli. Rasanya cenderung gurih, dengan aroma pekat khas rempah yang menggugah selera. hammad SAW.
Ada kemungkinan Nasi Gonjleng merupakan makanan yang berasal dari perpaduan dua budaya yakni Banten dan Timur Tengah. Terlebih dari olahan rabeg yang juga kaya akan rempah, dengan rasa gurih, manis dan sedikit pedas rempah.
Sejumlah Lauk isinya
Untuk isian lauk, Nasi Gonjleng bisa memilih sesuai selera. Di Pandeglang misalnya, nasi tersebut akan dihidangkan dengan beberapa lauk seperti ikan, ayam goreng, tempe dan tahu. Semuanya biasa tersaji, dan makin melengkapi cita rasa nasinya yang tidak hambar.
Khusus untuk Nasi Gonjleng ayam, dahulu masyarakat Kota Cilegon banyak yang memelihara ayam. Ketika para peronda memasak Nasi Gonjleng, terasa ada yang kurang tanpa lauk pauk. Para peronda yang jahil kemudian “mencuri ayam” warga. Ketika hidangan siap disantap, pemilik ayam akan dibangunkan untuk ikut makan. Besoknya yang punya ayam mencarii ayamnya yang hilang dan bertanya kesana kemari.
Untuk merespon pertanyaan pemilik ayam, para peronda akan berlagak seolah tidak berdosa, malahan peronda akan bertanya balik kepada pemilik ayam. “Lah yang kamu makan kemarin memangnya ayam siapa?” tanya peronda sambil berkelakar.
Es Sekemu
Berpadu dengan rasa manis yang pas dan tekstur yang lembut, es sekemu tak hanya sekadar sajian pelepas dahaga, tetapi juga sebuah karya seni kuliner yang menggambarkan kearifan lokal. Bagi penduduk setempat, es sekemu telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian, mengingatkan akan keanekaragaman alam dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam satu gigitan, kita tidak hanya merasakan kenikmatan rasa, tetapi juga merasakan sentuhan hangat budaya Banten yang abadi.
Penggunaan bahan-bahan alami seperti santan, gula aren, dan buah-buahan segar menjadi perpaduan kekayaan alam daerah ini. Rasa autentik yang ditanamkan dalam setiap sajian es sekemu bukan hanya mencerminkan keahlian para koki, tetapi juga merupakan penghormatan terhadap sejarah dan jalinan sosial yang mengakar dalam setiap gigitan.

