News

Kakorlantas Ungkap Temuan Awal Kecelakaan Tol Cipularang

×

Kakorlantas Ungkap Temuan Awal Kecelakaan Tol Cipularang

Sebarkan artikel ini
Kecelakaan beruntun yang terjadi di Km 92 Tol Cipularang membuat mobil saling bertumpuk. (Ist)
Kecelakaan beruntun yang terjadi di Km 92 Tol Cipularang membuat mobil saling bertumpuk. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Aan Suhanan, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92, Jawa Barat.

Berdasarkan pengamatan awal, ditemukan bahwa truk yang menabrak 17 mobil minibus tersebut menggunakan gigi tinggi saat kecelakaan.

“Kami telah meninjau lokasi kejadian. Di lokasi tersebut, terdapat turunan sepanjang sekitar 5 kilometer menuju tempat kecelakaan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui posisi persneling truk berada di gigi 4, yang artinya kendaraan melaju dengan gigi tinggi di jalan yang menurun,” ungkapnya, Selasa, 12 November 2024.

Irjen Aan menambahkan bahwa penyidik Korlantas sedang memeriksa sisa jejak rem di lokasi sebagai bagian dari olah TKP yang dilakukan pagi ini.

BACA JUGA: Inilah Daftar 28 Korban Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, Ternyata Ada Afgan!

“Penyebab pastinya masih diselidiki. Kemungkinan penyebab bisa berasal dari faktor manusia, kendaraan, kondisi jalan, atau cuaca,” jelasnya.

Pada Selasa pagi pukul 07.10 WIB, polisi mulai melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan.

Akibatnya, lalu lintas untuk sementara dialihkan melalui Gerbang Tol (GT) Cikamuning di KM 116 dan masuk kembali di GT Jatiluhur di KM 84 mulai pukul 07.30 hingga 08.30 WIB.

Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk dan 17 minibus itu terjadi pada Senin (11/11) sore.

Menurut Jasa Marga, kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Dugaan sementara dari informasi di lapangan menunjukkan bahwa truk yang melaju dari arah Bandung menuju Jakarta mengalami rem blong, sehingga pengemudi kehilangan kendali dan menabrak kendaraan di depannya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *