KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi VII DPR RI, Iman Adinugraha, menyambut baik kerja sama antara Kementerian BUMN dan Kementerian Pariwisata dalam mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung sektor pariwisata.
Salah satu proyek utama yang direncanakan adalah pembangunan Tol Jagoratu (Jagorawi-Sukabumi-Ratu), yang ditargetkan akan mulai dibangun pada tahun 2025.
Iman mengatakan, infrastruktur ini akan memperluas akses menuju Sukabumi dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
“Pembangunan Tol Jagoratu bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menciptakan akses utama yang membuka peluang besar untuk pengembangan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat di Sukabumi. Sukabumi memiliki banyak potensi wisata unggulan, namun keterbatasan akses menjadi kendala utama. Dengan adanya tol ini, diharapkan arus wisatawan meningkat, ekonomi lokal tumbuh, dan tercipta lapangan pekerjaan baru,” jelas politisi dari Fraksi Partai Demokrat pada Sabtu, 2 November 2024.
Iman menyebutkan bahwa Sukabumi adalah daerah dengan destinasi wisata kelas dunia, seperti Geopark Ciletuh yang diakui UNESCO, Pantai Pelabuhan Ratu, dan ekowisata di kawasan pegunungan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Ia menambahkan bahwa Sukabumi memiliki keindahan alam yang luar biasa, namun akses menuju daerah tersebut masih perlu diperbaiki. Dengan akses yang lebih mudah, jumlah wisatawan diperkirakan akan meningkat, yang akan memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pariwisata menyumbang sekitar 12% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sukabumi. Dengan adanya Tol Jagoratu, kontribusi sektor ini diperkirakan dapat naik hingga 18% dalam lima tahun ke depan.
Tol Jagoratu diharapkan dapat mempersingkat waktu perjalanan dari Jabodetabek ke Sukabumi hingga 50%, yang dapat menarik wisatawan untuk lebih sering berkunjung. Iman optimis bahwa dengan akses yang lebih baik, kesejahteraan masyarakat Sukabumi dapat meningkat melalui peningkatan kunjungan wisata dan penciptaan lapangan kerja baru.
Iman menambahkan bahwa proyek ini tidak hanya berkaitan dengan pariwisata, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal di sektor perhotelan, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Ia berharap proyek ini berjalan sesuai rencana dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.- ***


