Berita UtamaNews

ASPOA Apresiasi Hospitality Pemkot Bogor dalam ASPOA Conference dan DWE 2026

×

ASPOA Apresiasi Hospitality Pemkot Bogor dalam ASPOA Conference dan DWE 2026

Sebarkan artikel ini
ASPOA Conference dan Diabetes Wound Expo 2026 di Kota Bogor
ASPOA Conference dan Diabetes Wound Expo 2026 digelar di IPB International Convention Center, Kota Bogor.

KITAINDONESIASATU.COM – Asia and South Pacific Ostomy Association (ASPOA) mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk keramahan (hospitality) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menyambut peserta dan penyandang ostomi pada penyelenggaraan ASPOA Conference dan Diabetes Wound Expo (DWE) 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Panitia ASPOA Conference dan Diabetes Wound Expo 2026, Widasari Sri Gitarja, di IPB International Convention Center (IPB ICC), Sabtu 7 November 2026 kemarin.

Widasari mengungkapkan kebanggaannya karena Kota Bogor dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan konferensi berskala internasional yang mempertemukan berbagai pihak dalam pengembangan pelayanan kesehatan, khususnya perawatan luka dan ostomi.

“Begitu hangat dukungan dan hospitality yang luar biasa. Kami atas nama seluruh keluarga besar ASPOA merasa sangat terhormat dan bangga dapat menyelenggarakan kegiatan internasional di Kota Bogor,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan kebanggaan atas semakin aktifnya Indonesia dalam komunitas internasional di World Union of Wound Healing Societies.

Menurutnya, Indonesia kini tidak hanya berpartisipasi sebagai peserta, tetapi juga menjadi bagian dari jejaring internasional yang berbagi pengalaman, memberikan kontribusi, dan turut membangun masa depan pelayanan perawatan luka dunia.

“Tidak hanya sebagai peserta, tapi kami juga menjadi bagian dari jejaring yang ikut berbagi pengalaman, berkontribusi, dan membangun masa depan wound care dunia,” ujarnya.

Widasari menjelaskan, penyelenggaraan ASPOA Conference dan DWE 2026 merupakan bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Upaya tersebut mencakup pengembangan perawatan luka guna mencegah amputasi serta penguatan ostomy care untuk memperjuangkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

“Dan inilah yang ingin kita bangun bersama, bukan hanya sebuah event, tapi sebuah gerakan yang memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dedie Rachim Resmi Buka ASPOA Conference dan DWE 2026

ASPOA Conference dan Diabetes Wound Expo 2026 secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor, Yantie Rachim, dengan menabuh gong.

Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, serta pimpinan ASPOA.

Atas nama Pemerintah Kota Bogor dan seluruh masyarakat, Dedie Rachim menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta ASPOA Conference dan Diabetes Wound Expo 2026.

Mengusung tema “Empowering Care Through Knowledge, Connection, and Compassion”, kegiatan ini menegaskan pentingnya pengetahuan, jejaring, dan kepedulian sebagai fondasi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu.

Dedie juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi dan pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan internasional tersebut di Kota Bogor.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Asia and South Pacific Ostomy Association, World Union of Wound Healing Societies, ASEAN Wound Council, Yayasan Wocare Indonesia, Yayasan Kanker Indonesia, Kementerian Kesehatan, serta seluruh panitia atas penyelenggaraan kegiatan ini di Kota Bogor,” ucapnya.

Pemkot Bogor Perkuat Pencegahan Luka Diabetes dan Amputasi

Dedie Rachim menegaskan bahwa pembangunan kesehatan bagi Pemerintah Kota Bogor tidak hanya berorientasi pada pengobatan penyakit, tetapi juga berkaitan dengan upaya menjaga martabat manusia.

Menurutnya, setiap warga harus memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang sehat, bermakna, dan produktif.

Perhatian tersebut juga diarahkan kepada masyarakat yang hidup dengan diabetes. Diabetes yang tidak terkendali berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk luka kaki diabetik yang dalam kondisi tertentu dapat berujung pada amputasi.

Karena itu, Pemerintah Kota Bogor terus memperkuat promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan deteksi dini melalui fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan posyandu.

Dedie menyebutkan bahwa capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2025 menjadi yang tertinggi di Jawa Barat. Sementara pada 2026, program CKG SMART dikembangkan untuk semakin mendekatkan layanan skrining kesehatan kepada masyarakat.

Upaya tersebut juga disertai peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan perawatan luka.

“Capaian Cek Kesehatan Gratis pada 2025 menjadi yang tertinggi di Jawa Barat. Tahun ini, CKG SMART mendekatkan skrining kepada masyarakat, disertai peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam perawatan luka,” ujarnya.

Melalui ASPOA Conference dan Diabetes Wound Expo 2026, diharapkan kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah, tenaga kesehatan, dan komunitas internasional semakin kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan luka dan ostomi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat edukasi, pencegahan komplikasi diabetes, serta meningkatkan kualitas hidup penyandang ostomi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *