News

Proyek Lima Rumah Pompa di Kota Surabaya Segera Diselesaikan Sebelum Desember 2026

×

Proyek Lima Rumah Pompa di Kota Surabaya Segera Diselesaikan Sebelum Desember 2026

Sebarkan artikel ini
rumah pompa
Salah satu proyek rumah pompa di Surabaya yang dikebut sebelum Desember 2026 harus sudah selesai di bangun. foto: humas pemkot

KITAINDONESIASATU.COM – Pemkot Surabaya sedang mengebut sistem pengendalian banjir melalui percepatan pembangunan rumah pompa dan pembenahan jaringan drainase tersebar di seluruh Kota Surabaya.

Sejumlah proyek infrastruktur terus tersebut dikebut agar dapat berfungsi optimal sebelum intensitas hujan meningkat pada bulan Desember 2026.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah menjelaskan saat ini Pemkot kembali mengebut pembangunan 5 proyek rumah pompa yang menjadi perhatian Pemkot telah mencapai kisaran 85–90 persen.

Sebagian besar unit pompa telah terpasang, termasuk jaringan pipa pendukung untuk mengalirkan udara menuju saluran pembuangan.

“Pekerjaan rumah pompa kita itu rata-rata sudah 85 persen. Pompa itu sudah ada di sana, dan juga pipa sudah terpasang. Kebanyakan seperti itu,” kata Hidayat beberapa waktu lalu.

Sedangkan lima rumah pompa yang sedang dikebut pengerjaannya antara lain di kawasan Nginden Intan Timur depan kampus Stikosa AWS, Panjang Jiwo, Tambak Segaran, Dharmahusada, dan Tanjungsari.

Khusus di Tanjungsari, pembangunan juga dilengkapi dengan bozem atau kolam penampungan udara serta penambahan satu unit pompa di kawasan pertigaan, target penyelesaikan rumah pomba diperkirakan selesai 20 November 2026.

“Setelah itu, seluruh unit memasuki tahap commissioning atau pengujian untuk memastikan pompa dan jaringan pendukungnya berfungsi sesuai perencanaan,” ujar Hidayat.

Dengan demikian pada 1 Desember 2026 diharapkan seluruh proyek rumah pompa sudah selesai dikerjakan biasanya wali kota mulai berkeliling untuk mencoba benar-benar apakah pompanya berfungsi atau tidak.

Di luar pembangunan rumah pompa, Pemkot Surabaya juga mempercepat pembangunan shortcut saluran di kawasan Gereja Betania, dirancang untuk mengatasi permasalahan yang ada di Semolowaru, Nginden, dan sekitarnya yang selama ini memiliki jalur aliran air yang cukup panjang.

Dari hasil evaluasi, kawasan tersebut kerap mengalami peningkatan debit air meskipun hujan turun dalam waktu yang relatif singkat, panjangnya jalur saluran menuju outlet membuat udara membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengalir keluar, di kawasan Semolowaru sebelumnya dapat bertahan hingga sekitar lima jam.

Untuk mengatasinya, Pemkot memilih membangun satu jalur pendek yang menghubungkan beberapa saluran sekaligus, skema tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan membangun rumah pompa di masing-masing saluran yang membutuhkan biaya lebih besar.

Hidayat menambahkan, pembangunan rumah pompa dan jaringan drainase pendukung membutuhkan pekerjaan konstruksi yang cukup kompleks.

Salah satunya pemasangan pipa berkapasitas aliran sekitar 3 hingga 5 meter kubik per detik, lebih besar dibandingkan kapasitas sebelumnya yang berkisar 1 hingga 2 meter kubik per detik.

Hingga akhir tahun 2026, Kota Surabaya memiliki total ada 83 rumah pompa eksisting, dan akan bertambah menjadi 88 rumah pompa setelah jika 5 rumah pompa baru mulai beroperasi pada 1 Desember 2026, saat ini sedang dalam pengerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *