KITAINDONESIASATU.COM – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu paparan kabut asap tebal terus berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Berdasarkan data fasilitas pelayanan kesehatan, total penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah menembus angka 491 ribu kasus di wilayah terdampak karhutla.
Kelompok anak-anak, balita, dan lanjut usia (lansia) menjadi korban paling dominan dari lonjakan kasus ini. Paparan partikel berbahaya dalam asap pembakaran dinilai menurunkan fungsi paru-paru secara drastis, sehingga memicu gejala batuk parah, sesak napas, hingga iritasi mata.
Jubir Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan, angka tersebut merupakan data kumulatif hingga 2 November 2026. Balita terdam karhutla sebanyak 91.913 kasus, untuk usia anak 6-9 tahun sebanyak 87.704 kasus serta usia dewasa sebanyak 56.092.
Ditambahkan, antisipasi hal tersebut Kemenkes beserta dinas setempat bergerak cepat mendistribusikan logistik medis, menyediakan posko rumah oksigen, serta mensiagakan puskesmas dan rumah sakit. Penanganan ekstra diprioritaskan bagi pasien balita dan lansia yang mengalami kondisi kritis akibat komplikasi pernapasan.
Masyarakat di kawasan terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, selalu menggunakan masker standar filter tinggi, serta memanfaatkan pemurni udara. Kemenkes memastikan ketersediaan dukungan oksigen bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan. (*)




