KITAINDONESIASATU.COM – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menilai debat kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 tidak ada point yang dihasilkan untuk membuat Jakarta lebih baik di masa datang.
Pasalnya, gagasan yang disampaikan ketiga psangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta sangat tidak konkret dalam penyelesaian persoalan-persoalan. Sehingga tidak dapat membanggakan masyarakat Jakarta.
“Engga ada (gagasan yang konkeit), makanya kan ini hanya janji yang diumbar, sebenarnya konsep yang mereka tawarkan itu apa sih?, apakah hanya sekedar misalnya membuat sebuah rusun atau apartemen, atau hanya sekedar membuat hunian. Jadi masyarakat pun akan bingung apa konsep sebenarnya dari gagasan ketiga paslon itu,” kata Fernando saat dihubungi, Kamis (31/10).
Fernando menuturkan, seharusnya ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tersebut memberikan sesuatu yang kongkrit terkait kesejahteraan sosial. Menurutnya, masyarakat Jakarta hari ini tengah menantikan calon gubernur yang dapat meningkatkan taraf hidup, terlebih Jakarta akan menuju Kota Global pasca tidak lagi menyandang status Ibu Kota.
“Tetapi bagimana calon kepala daerah itu bisa memberikan sesuatu yang konkrit untuk misalnya terkait kesejahteraan sosial, bagaimana terkait pendidikan, bagaimana tentang kesehatan, bagaimana tetang pengentasan kemiskinan, bagaimana untuk mimeningkatkan taraf hidup masyarakat kita di Jakarta. Jadi langkah kongkritnya itu,” tutur Fernando.
Karena itu, Pengamat Politik Universitas 17 Agustus itu menilai debat Kedua Pilkada Jakarta tidak bisa membuat masyarakat bangga terhadap calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta hari ini.
“Gak ada, gak ada yg menjawab persoalan, mereka hanya menggali lawan dan membanggakan diri,” tandas Fernando.
“Jadi coba melihat kerja lawan dengan menggalinya dan mbanggakan dirinya, tetapi membanggakan diri ketika dilakukan saat menjadi kepala daerah di daerah lain,” pungkas Fernando Menambahkan.


