Keuangan

Bitcoin Bangkit ke US$76.900, tetapi Tekanan ETF dan Pemilu AS Masih Membayangi

×

Bitcoin Bangkit ke US$76.900, tetapi Tekanan ETF dan Pemilu AS Masih Membayangi

Sebarkan artikel ini
Bitcoin
Bitcoin Bangkit ke US$76.900 (Ist.)

KITAINDONESIASATU.COM – Harga Bitcoin mulai menunjukkan stabilisasi setelah sempat merosot hingga US$76.300 pada Selasa, 3 November 2026.

Namun, pemulihan aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut masih menghadapi tekanan akibat arus dana keluar dari produk investasi berbasis Bitcoin serta ketidakpastian menjelang pemilihan paruh waktu atau midterm elections di Amerika Serikat (AS).

Mengutip laporan CoinDesk, Bitcoin naik sekitar 0,2 persen ke kisaran US$76.900 sejak tengah malam UTC. Pergerakan tersebut terjadi setelah harga aset kripto itu sempat menyentuh level US$76.300 pada perdagangan pagi di Eropa.

Tekanan pasar juga terlihat dari aktivitas investor pada produk spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF). Produk investasi tersebut mencatat arus dana keluar sebesar US$399 juta pada Senin. Kondisi ini memperpanjang tren penarikan dana selama dua hari berturut-turut.

Arus Dana Keluar dan Pemilu AS Pengaruhi Pasar Kripto

Penarikan dana terbesar berasal dari produk IBIT milik BlackRock yang kehilangan sekitar US$405 juta. Angka tersebut menjadi arus keluar harian terbesar sejak Juni 2026.

Selain ETF, aktivitas penarikan aset dari Binance turut menjadi perhatian pelaku pasar. Pelanggan bursa kripto tersebut tercatat menarik dana bersih sekitar US$4,72 miliar sejak layanan penarikan kembali dibuka pada Minggu.

Ketidakpastian politik AS juga menambah tekanan terhadap pergerakan aset berisiko. Investor mencermati pemilihan paruh waktu yang berlangsung pada 3 November 2026 untuk memperkirakan arah kebijakan dan dampaknya terhadap pasar keuangan.

Di pasar derivatif, volume perdagangan kontrak berjangka kripto meningkat 51 persen dalam 24 jam menjadi US$168,1 miliar. Sementara itu, jumlah kontrak terbuka atau open interest turun 1,63 persen menjadi US$134,9 miliar.

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan meningkat, tetapi belum mencerminkan penguatan posisi investor secara menyeluruh. Dengan demikian, stabilisasi Bitcoin masih perlu dicermati di tengah tekanan arus dana keluar dan ketidakpastian pasar global.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *