KITAINDONESIASATU.COM – Polrestabes Semarang berencana mengajukan ekshumasi atau penggalian kembali makam atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, pekan depan. Langkah ini dilakukan untuk mendalami penyebab kematian Ayudiah setelah menjalani operasi akibat cedera saat bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, AKBP Agus Supriyadi mengatakan, penyelidikan masih berlangsung dan belum menghasilkan kesimpulan akhir. Polisi telah memeriksa sedikitnya 12 saksi, termasuk panitia pertandingan, pelatih, dokter, serta tenaga medis yang menangani korban.
“Kami berencana mengajukan ekshumasi atau penggalian kembali makam Ayudiah Rivana Tridiandinata pekan depan untuk mengungkap penyebab kematiannya,” kata Agus, Senin (2/11).
Penyidik juga mendalami dugaan penyumbatan pembuluh darah yang sempat mencuat. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian. Polisi masih menelusuri rangkaian kejadian sejak korban mengalami cedera, menjalani perawatan dan operasi, hingga meninggal dunia.
Ayudiah mengalami cedera pada jari tengah hingga mengalami pendarahan saat bertanding melawan pesilat asal Kabupaten Batang pada Senin (26/10). Hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan adanya patah tulang. Sehari kemudian, korban dirujuk ke RS Primaya Semarang dan menjalani operasi yang dilaporkan berjalan lancar.
Pelatih pencak silat Suyono mengatakan, Ayudiah masih sadar, bisa diajak berbicara, bahkan sempat bercanda saat dijenguk setelah operasi.
Tenaga medis juga dilaporkan sempat memeriksa korban sekitar pukul 23.00 WIB ketika ia masih berkomunikasi menggunakan telepon genggam.
Namun, pada Rabu (28/10) sekitar pukul 05.00 WIB, Ayudiah diketahui telah meninggal dunia setelah sebelumnya terlihat tertidur. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian peristiwa yang kini didalami penyidik.
Kasus kematian Ayudiah menjadi perhatian masyarakat, terlebih setelah atlet selam Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, juga dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti kejuaraan Porprov Jawa Tengah. Polisi berharap pemeriksaan saksi dan rencana ekshumasi dapat membantu mengungkap penyebab pasti kematian Ayudiah. (*)






