KITAINDONESIASATU.COM – Pasar saham teknologi Amerika Serikat menghadapi tekanan setelah investor mulai mengkhawatirkan besarnya pengeluaran perusahaan teknologi raksasa untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Amazon, Alphabet, Meta, dan SpaceX menjadi sorotan karena kebutuhan investasi yang besar mulai menekan arus kas perusahaan.
Dalam laporan Yahoo Finance yang diterbitkan 30 Oktober 2026, pengamat pasar Brian Sozzi menilai ketidakjelasan proyeksi belanja AI menjadi salah satu pemicu aksi jual saham teknologi.
Investor mulai mempertanyakan kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas yang cukup untuk membiayai investasi sekaligus memenuhi kewajiban keuangan.
Tekanan tersebut muncul setelah sejumlah perusahaan mengumumkan kinerja keuangan kuartal ketiga dan rencana belanja modal yang besar.
Lima Fakta yang Memicu Tekanan Saham Teknologi
Berikut sejumlah indikator keuangan yang menjadi perhatian investor:
- Amazon mengalami arus kas negatif. Arus kas bebas Amazon dalam periode 12 bulan terakhir tercatat minus 42,4 miliar dolar AS. Kondisi ini dipengaruhi peningkatan belanja properti dan peralatan sebesar 94,8 miliar dolar AS secara tahunan.
- Belanja AI Amazon terus meningkat. CEO Andy Jassy memperkirakan belanja modal tunai perusahaan mencapai sekitar 220 miliar dolar AS sepanjang 2026 dan berpotensi lebih besar pada 2027.
- Alphabet mencatat arus kas negatif. Google membukukan arus kas bebas minus 9,1 miliar dolar AS pada kuartal ketiga, lebih besar daripada perkiraan pasar yang berada di angka minus 3,5 miliar dolar AS.
- Meta mengalami tekanan keuangan. Perusahaan tersebut mencatat arus kas bebas negatif untuk pertama kalinya sejak 2012 setelah meningkatkan investasi infrastruktur.
- SpaceX mencatat pengeluaran besar. Perusahaan antariksa tersebut dilaporkan mengalami arus kas bebas negatif sekitar 9,9 miliar dolar AS pada kuartal ketiga.





