KITAINDONESIASATU.COM – Chery Group semakin memperkuat posisinya di industri otomotif global setelah mencatatkan penjualan kumulatif sebanyak 20 juta unit kendaraan di berbagai negara. Pencapaian ini menunjukkan perkembangan produsen asal China tersebut sejak didirikan pada 1997.
Executive Vice President Chery Auto, Guibing Zhang, menyebut pencapaian tersebut mencerminkan penerimaan pasar terhadap kendaraan yang diproduksi perusahaannya.
Chery kini tidak hanya berfokus pada pengembangan mobil konvensional, tetapi juga memperluas inovasi melalui kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan kendaraan ramah lingkungan.
Perusahaan tersebut menargetkan transformasi menjadi kelompok teknologi yang lebih luas dalam beberapa tahun mendatang. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan industri otomotif dunia.
Ekspansi Global dan Investasi Teknologi Jadi Strategi Chery
Dalam mengembangkan produknya, Chery mengaku mempelajari berbagai pendekatan dari produsen otomotif lain. Perusahaan ini menjadikan durabilitas kendaraan Toyota dan perkembangan teknologi mobil listrik Tesla sebagai salah satu referensi dalam proses inovasi.
Chery juga meningkatkan investasi pada teknologi baru, termasuk kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Dalam lima tahun terakhir, perusahaan tersebut mengalokasikan investasi besar untuk mendukung pengembangan sektor strategis dan memperkuat daya saingnya.
Didirikan pada 1997, Chery mencatat sejarah sebagai merek otomotif China pertama yang mencapai penjualan kumulatif satu juta unit pada 2007. Kini, grup tersebut menaungi sejumlah merek, seperti Chery, Exeed, Fulwin, iCar, Luxeed, dan Jetour.





