KITAINDONESIASATU.COM – Jumlah korban tewas akibat insiden penembakan brutal di sebuah gereja di kawasan Karak, Yordania selatan, bertambah menjadi sembilan orang, Minggu 25 Oktober 2026.
Peningkatan jumlah korban ini terjadi setelah beberapa warga yang mengalami luka kritis mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Tragedi berdarah tersebut berlangsung di tengah prosesi pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani di Desa Hamoud. Tiga pria bersenjata yang mengendarai mobil secara mendadak melepaskan tembakan membabi buta ke arah ratusan pelayat yang sedang berkumpul.
Selain menewaskan sembilan orang, aksi teror mengerikan ini juga mengakibatkan sedikitnya 40 warga lainnya mengalami luka-luka.
Menanggapi serangan tersebut, Raja Yordania Abdullah II menegaskan akan membalas dan menginstruksikan aparat keamanan untuk bertindak dengan tangan besi. Saat ini, pasukan keamanan disiagakan penuh guna memburu para pelaku yang melarikan diri.
Pemerintah Yordania mengecam keras insiden teror ini dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta menjaga persatuan di tengah upaya penyelidikan intensif.(*)





